Napak Tilas Tempat Bersejarah (2-habis)

32
Kru Derap Desa bersama rombongan singgah di Museum al-Amoudi

Sebagai tempat lahir dan berkembangnya ajaran Islam, Madinah dan Makkah memiliki lokasi-lokasi bersejarah. Salah satunya adalah gunung Uhud. Kru Derap Desa beserta jamaah umrah yang lain berkesempatan mengunjungi gunung yang berada di utara Madinah ini.

Tempat ini menyimpan sejarah kelam kekalahan terbesar umat Islam dalam perang Uhud. Dalam perang yang terjadi pada 22 Maret 625 M ini, tentara Islam yang berjumlah 700 orang dikalahkan tentara kafir Quraisy yang berjumlah 3 ribu orang. Kekalahan tersebut semakin menyedihkan karena Nabi Muhammad SAW kehilangan pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib dengan cara yang membuat hati miris. Hamzah ditemukan dengan kondisi badan rusak dan anggota tubuh yang tidak lengkap.

Para peziarah mendatangi Jabal Uhud, saksi bisu kekalahan terbesar umat Islam. (Foto: Ulviyatun Ni’mah)

Di lokasi ini terdapat tanah lapang yang di dalamnya berdiri sebuah masjid dan kompleks pemakaman yang dikelilingi pagar berkawat. Di pemakaman itu terdapat makam Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW. Di sekeliling pemakaman tersebut, para peziarah mendoakan para sahabat yang syahid dalam perang Uhud.

Di sebelah kanan dan kiri masjid, tampak menjulang gunung Uhud setinggi 1.050 meter dan Jabal Rumat (bukit pemanah) atau ‘Ainain yang memiliki tinggi sekira 20 meter. Di bukit itulah, banyak para peziarah mendaki untuk menapak tilas sejarah perjuangan pasukan muslim.

“Saat perang Uhud, Rasulullah memerintahkan 70 orang pemanah menyerang musuh dari bukit ‘Ainain. Kalah atau menang, mereka tidak boleh turun. Namun, ketika menyangka umat Islam telah menang, mereka turun. Ternyata pasukan kafir Quraisy menyerang dari belakang hingga umat Islam menderita kekalahan,” terang Rofik, pembimbing yang juga mendampingi jamaah.

Makam para mujahid perang Uhud. (Foto: Ulviyatun Ni’mah)

Di sini juga terdapat pasar murah yang menjual banyak barang. Mulai dari baju, sajadah, makanan, dan oleh-oleh khas. Untuk mendapatkan harga terbaik, pengunjung bisa menawar. Tidak perlu khawatir jika tidak menguasai berbahasa Arab, karena kebanyakan para pedagang di sana berbicara bahasa Indonesia kepada jamaah asal Indonesia.

Selain ke Jabal Uhud, kru Derap Desa juga diajak mengunjungi masjid Quba, masjid yang didirikan Nabi Muhammad SAW untuk pertama kali, Jabal Rahmah, tempat Nabi Adam dan Hawa bertemu di bumi setelah diturunkan dari surga, Jabal Tsur, hingga museum al-Amoudi, museum yang memamerkan kehidupan bangsa Arab di masa lalu. (uul)