Desa Ngetos Kec Ngetos Kab Nganjuk, Surga untuk Pencinta Rambutan Binjai

Nikmatnya Rambutan Ngetos

16

Melimpahnya buah rambutan binjai di Desa Ngetos Kec Ngetos Kab Nganjuk setiap kali masa panen tidak disia-siakan masyarakat. Selain dijual kepada tengkulak dari berbagai daerah. Selain itu petani setempat secara swadaya membuka desa wisata. Peluang tersebut dijadikan pertimbangan karena masa panen buah rambutan bertepatan dengan masa liburan. Dan penggemar buah rambutan binjai juga banyak.

Letak Desa Ngetos juga cukup strategis, meski berada di desa namun tidak terlalu jauh dari pusat kota. Wisata tersebut bertajuk wisata agro petik. Di dalamnya  pengunjung cukup dibebankan pada tiket masuk dan uang parkir bagi yang membawa kendaraan, biayanya pun cukup murah.

Hanya dengan Rp 5 ribu pengunjung sudah bisa masuk perkebunan rambutan dan memakan buah rambutan dengan sepuasnya. Tak ada batasan waktu tertentu, hanya ketika pengunjung ingin membawa buah rambutan keluar atau dibawa pulang sebagai oleh oleh pengunjung baru harus membayar seharga Rp 4 ribu per kilo.

Wisata petik rambutan ini telah dibuka sejak Oktober 2017. Dan mendapat pengunjung yang banyak. Tercatat di minggu terakhir Desember 2017 pengunjungnya mencapai 1000 lebih. Hal ini kemudian mendapatkan apresiasi dari dinas pariwisata setempat karena menjadi wisata yang tergolong sukses dalam menarik minat wisatawan.

Wisata petik rambutan ini akan dibuka kembali pada Oktober 2018. Wisata tersebut memang tidak dibuka sepanjang tahun. Hal ini karena masa panen buah rambutan hanya berada di bulan Desember-Februari.

“Kami tidak bisa buka sepanjang tahun karena memang masa panennya ada di bulan-bulan tertentu. Namun hal tersebut bisa menjadi evaluasi buat kami. Kalau tahun 2017 sudah bisa mendatangkan banyak pengunjung. Maka tahun 2018 ini tinggal diinovasi supaya lebih menarik,” tutur Ahmadi salah satu petani rambutan setempat.

Dicontohkannya pada tahun 2017 dulu yang menjadi pemandu hanya berpakain rapi seadanya saja. Tahun ini ini pemandu akan berseragam dan bernama dada atau id card. Selain itu lahan parkir juga akan dibenahi, sarana akan diperbanyak seperti kursi santai dan sarana lainnya yang masih dalam proses planning dan penataan.

Selain buah rambutan yang menjadi magnet utama masyarakat berkunjung, Desa Ngetos juga memiliki daya tarik wisata yang lain. Desa Ngetos memiliki situs bersejarah yang disebut Candi Ngetos. Di dalam Candi Ngetos tersebut terdapat makam Raja Hayam Wuruk dari Majapahit.

Candi Ngetos Nganjuk ini, ramai akan wisatawan pada hari hari biasa maupun pada weekend atau hari libur. Tempat sangat indah dan bisa memberikan suasana yang menghibur kejenuhan akan aktivitas sehari hari. Harga tiket masuknya hanya Rp 3 ribu.

Candi Ngetos Nganjuk yang asli memang sudah rusak tetapi sekarang sudah di bangun di atas makam Raja Hayam Wuruk yang juga tidak kalah bagus dengan bangunan aslinya dulu. Di sebelah Candi Ngetos Nganjuk juga terdapat banyak perpohonan ataupun taman kecil yang bisa di gunakan untuk istirahat saat pengunjung sudah capek berkeliling melihat pesona Candi Ngetos Nganjuk. (rni,dbs)