Novita Hardini Jadi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Trenggalek

41

Di hari yang sama dengan pelantikan Mochammad Nur Arifin sebagai Bupati Trenggalek, Selasa (28/5) di gedung negara Grahadi, istri Gus Ipin, Novita Hardini dilantik sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Trenggalek sisa masa jabatan 2016-2021. Ia dilantik Ketua TP PKK dan Dekranasda Jatim Arumi Emil Dardak.

Saat memberi arahan usai pelantikan, Arumi sempat bernostalgia ketika ia dan Novita pertama kali memasuki Grahadi untuk dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Trenggalek. Saat itu Arumi berusia 21 tahun, sementara Novita berusia 24 tahun.

“Saat mendampingi suami dilantik, waktu itu saya bilang, “Lihat suami kita. Di usia yang masih muda diberi amanah di pemerintahan. Semoga nanti Grahadi memberi surprise-surprise lagi untuk kita.” Ternyata bener kejadian. Di gedung ini saya dilantik menjadi Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim dan Mbak Novita jadi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Trenggalek,” tutur Arumi.

Kepada Novita, Arumi menyampaikan tiga poin utama yang harus dipegang erat untuk menjadi acuan PKK. Yakni, PKK harus menyesuaikan posisi sebagai kepanjangan tangan dari PKK pusat, menyesuaikan Nawa Bhakti Satya yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, serta menyesuaikan dengan program pembangunan bupati.

“Tanpa dukungan dari pemerintah PKK bukan apa-apa, pemerintah tanpa PKK juga ada kepincangan dalam menjalankan program. Jadi, kami mohon kepada Bapak Bupati yang juga sebagai penasihat PKK agar bisa memantau, memberi masukan, dukungan, dan memastikan PKK berada di jalur yang benar,” tutur Arumi.

Sementara itu, Novita mengungkapkan, dalam waktu dekat ia berencana akan melakukan perubahan kecil pada struktur kepengurusan PKK Kab. Trenggalek. Dengan harapan agar ada suntikan energi baru untuk PKK. Novita juga mengatakan, pada November 2019, ia akan meluncurkan gerakan Sepeda Keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan).

“Dalam meluncurkan gerakan ini kami akan mengundang perwakilan Unicef di Indonesia, KOMPAK, PEKA, dan beberapa pihak lainnya. Usai diluncurkan, rencananya kami membuat pilot project di dua kecamatan di Trenggalek,” jelasnya. (uul)