Pakde Karwo Pamit ke ASN Pemprov Jatim

103

Suasana haru sangat terasa ketika Pakde Karwo dan Bude Karwo menerima ucapan selamat dari para pejabat dan staf di lingkungan Pemprov Jatim. Di sela prosesi salaman dengan ratusan pejabat dan staf pemprov, beberapa kali Bude Karwo tampak mengusap air matanya dengan tisu.

Rabu, 9 Januari 2019 itu Pakde Karwo mengadakan silaturahmi dengan para pejabat dan staf Pemprov Jatim. Acara tersebut juga menjadi momentum Pakde Karwo dan Bude Karwo untuk berpamitan. Setelah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jatim selama 10 tahun, 12 Februari 2019 mendatang, Pakde Karwo akan purna tugas.

Acara silaturahmi digelar di Kantor Gubernur Jatim dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB dan diikuti sekitar 600 orang. Sedangkan sesi kedua diselenggarakan pada pukul 13.00 WIB dan diikuti sekitar 500 orang.

Kerekatan emosional yang terjalin antara Pakde Karwo, Bude Karwo dan para ASN Pemprov Jatim memang telah terjalin lama. Pakde Karwo merintis karir sebagai ASN Pemprov Jatim, hingga kemudian terpilih sebagai Sekdaprov Jatim lalu menang dalam Pilkada Jatim. Secara total, Pakde Karwo terlibat dalam dunia birokrasi selama 40 tahun.

HARU. Pakde Karwo dan Bude Karwo bersalaman dengan para ASN Pemprov Jatim. (Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id)

Di kesempatan tersebut, Pakde Karwo menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada para pejabat dan staf Pemprov Jatim yang telah membantunya menjalankan tugas sebagai Gubernur Jatim.

“Selama 10 tahun ini lika-liku kita bekerja luar biasa. Saya, istri, dan keluarga mengucapkan terima kasih dan memohon maaf bila ada sikap dan cara yang kurang berkenan,” tutur Pakde Karwo.

Pakde Karwo juga menyampaikan apresiasinya kepada para ASN Pemprov Jatim. Menurutnya, ASN Pemprov Jatim adalah teamwork yang luar biasa, cerdas, pejuang, dan ikhlas berbuat untuk bangsa, negara, dan keluarga.

“Saya bersyukur karena dilingkupi orang hebat yang punya pikiran untuk mengecek di lapangan dan mengambil keputusan berdasarkan data, yang istilahnya disebut grounded. Kemewahan bagi kami adalah ditakdirkan memimpin di waktu dan provinsi yang tepat,” ungkap Pakde Karwo.

Selain memohon maaf dan mengucapkan terima kasih, Pakde Karwo juga menitipkan beberapa pesan dan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Pemprov Jatim ke depan. Menurut Pakde Karwo, jika ingin maju, maka harus mengambil realita kecenderungan di depannya. Kecenderungan saat ini mengarah kepada digitalisasi. Maka, ASN Pemprov Jatim juga harus menggarap hal ini.

“Itu yang harus diurus terus. Digitalisasi ini harus disikapi sebagai alat untuk memperbaiki kehidupan. Jangan jadi musuh,” pesannya.

Untuk mencapai kemajuan bersama, Pakde Karwo meminta ASN Pemprov Jatim untuk menerapkan manajemen kolaborasi. “Cari persamaan, jangan cari perbedaan yang menimbulkan disharmoni,” tegasnya.

Pakde Karwo mengatakan, tantangan Pemprov Jatim ke depan adalah pembangunan inklusi di bidang kemiskinan. Sehingga mampu mengurangi disparitas dan pengangguran, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jatim.

Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Bude Karwo juga berkesempatan menyampaikan arahan untuk para ASN Pemprov Jatim. Senada dengan Pakde karwo, Bude Karwo juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama para ASN sehingga menjadikan Jatim sebagai provinsi terbaik.

“Pasti itu ada dukungan keluarga. Kalau tidak ada support keluarga, maka tidak bisa memberikan yang terbaik. Sampaikan salam dan terima kasih kami untuk keluarga yang telah mendukung Bapak dan Ibu sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk Jatim,” tutur Bude Karwo. (tim)