Pakde Karwo Terharu Dianugerahi Doktor HC UMM

19

Hari ini, Kamis, 27 Desember 2018, mungkin menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi Gubernur Jatim, Pakde Karwo. Betapa tidak, di hari ini, orang pertama di Jatim ini kembali mendapat anugerah gelar kehormatan, Doktor Honoris Causa (HC) dari Univ. Muhammadiyah Malang (UMM).

Didampingi istri tercinta, Dra Hj Nina Soekarwo beserta keluarga, Pakde Karwo dinobatkan UMM sebagai doktor HC Bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan di Dome Theater, Kampus III UMM.

Kebahagiaan yang dirasakan Pakde salah satunya tersirat dari keharuannya saat membacakan orasi ilmiah di halaman terakhir. Tanpa mampu membendung, Pakde Karwo pun meneteskan air mata ketika memberi ucapan terimakasih kepada kedua orang tuanya yang telah mendidiknya hingga menjadi seperti sekarang ini. “Mohon maaf jadi gembeng, ini karena bersyukur kepada Allah SWT,” tutur Pakde sambil menyeka air matanya dengan tisu.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd dalam sambutan pengukuhan mengungkapkan, program vokasi kerakyatan yang digagas Pakde Karwo terbukti mampu menyiapkan generasi bangsa yang bisa menjawab tantangan ke depan. ‘’Pakde Karwo adalah gubernur yang sungguh-sungguh dan nyata-nyata mengurangi kesenjangan sosial melalui pendidikan vokasi kerakyatan.Patut kiranya Pakde Karwo diberikan apresiasi tertinggi dari kampus UMM,” ujarnya.

Sementara itu, saat membacakan pidato ilmiah yang sudah dibukukan dengan judul ‘Meningkatkan Daya Saing Jawa Timur Melalui Pendidikan Vokasi’, Pakde Karwo menegaskan, amanat konstitusi dan tujuan pembangunan NKRI adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. ”Artinya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif itu berbasis sumber daya manusia yang berdaya saing,’’ tegasnya.

Untuk mengatasi banyaknya tantangan, mulai dari middle income trap, bonus demografi, hingga tantangan industri 4.0, gubernur asal Madiun ini menawarkan pendidikan vokasi sebagai solusi. Itu karena pendidikan vokasi mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki Jatim.

“Pasar ketenagakerjaan di Jatim sangat terbuka luas dan dinamis, karena itu perlu dikelola dengan tepat. Saat ini 21,40 persen produksi industri pengolahan nasional berasal dari Jatim dan 20,77 persen perdagangan nasional adalah perdagangan Jatim,” tandasnya.

Menurut Pakde, manajemen ketenagakerjaan di Jatim harus dikelola dengan serius, mengingat struktur ketenagakerjaan pada tahun 2014 didominasi penduduk yang bekerja pada sektor pertanian sebanyak 7,26 juta atau 37,61 persen. Penduduk yang bekerja di sektor industri sebanyak 2,77 juta atau 14,35 persen dan 4,02 juta atau 20,82 persen bekerja di sektor perdagangan.

Gubernur Jatim, Pakde Karwo saat menyampaikan pidato ilmiah doktoralnya di Dome Theater Kampus III Univ. Muhammadiyah Malang, Kamis (27/12).

Diungkapkan, saat ini mayoritas pekerja di Jatim didominasi lulusan SD ke bawah, yaitu sebanyak 53,31 persen. Sedang, lulusan SMK menyumbang angka pengangguran sebesar 10,53 persen. “Pendidikan vokasi yang menjanjikan keterampilan sebagai model yang saya pilih untuk memastikan Jatim lebih berdaya saing. Pemprov Jatim juga mengambil langkah diskresi kebijakan pengelolaan pendidikan melalui Perda nomor 9 Tahun 2014 yang mengatur revitalisasi pendidikan SMK dalam rangka peningkatan daya saing Jatim,” katanya. (yus)