Pantai Pulau Merah Mulai Bersolek

61
Pertemuan bahas pengembangan Pantai Pulau Merah

Objek wisata Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, terus bersolek dengan pembangunan dan pengembangan kawasan yang segera dimulai. Dalam ini Pemkab Banyuwangi melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian BUMN, guna pelaksanaan pembangunan tahap pertama.

Tak cuma itu, pelaku wisata setempat pun dilibatkan demi kelancaran pengembangan kawasan. Ada 102 pelaku pariwisata Pantai Pulau Merah diundang untuk bersinergi mempercepat pelaksanaan pembangunan. Saat pertemuan di pendopo Banyuwangi (9/9), hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi.

Anas mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan jajaran Kementrian BUMN yang dipimpin staf khusus I Kementrian BUMN Sahala Lumban Gaol di Banyuwangi. Disepakati bahwa pembangunan Pulau Merah segera dilaksanakan. “Untuk tahap awal, yang dibangun adalah sentra kuliner dan suvenir yang akan ditempati pedagang setempat,” kata Anas.

Pantai Pulau Merah merupakan salah satu pantai menawan di kawasan Banyuwangi sisi selatan yang masuk pengelolaan Perhutani. Untuk pelaksananya, Kementerian BUMN sudah menetapkan PT Patra Jasa sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang hospitality.

Pengembangan kawasan tersebut, tutur Anas, bakal mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Merah yang selama ini telah berkegiatan di sana. Dalam rancangan desain yang diarsiteki Yori Antar itu memberikan ruang bagi semua penggiat UMKM.

“Bila tertata dengan baik, maka akan makin banyak wisatawan yang datang yang tentunya berdampak pada kesejahteraan pedagang. Kami minta semua yang hadir mendukung pelaksanaan pembangunan kawasan ini dengan baik,” ajak Anas.

Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wisata Pulau Merah, Poniran, menyatakan mendukung pengembangan wisata Pulau Merah. Bahkan pokmas telah melakukan validasi jumlah pedagang yang terlibat di sana.

Sementara itu, Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi mengatakan pengembangan Pulau Merah akan mencakup kawasan seluas 43 hektar. Dengan total investasi diperkirakan sebesar Rp 67 milyar. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap. (*)