Pekerja Seni Diapresiasi, Budayawan Diberi Penghargaan

89

Seni dan budaya menjadi elemen penting dalam merajut kebersamaan dan perdamaian di negeri ini, termasuk di Jawa Timur. Lantaran itu, dalam sepuluh tahun terakhir, Gubernur Jatim, Pakde Karwo pun tak lepas memberikan porsi perhatiannya kepada sector yang satu ini.

‘’Apa saja bisa menjadi konflik, tapi begitu seni dan budaya masuk, akan menjadi penuh senyum dan saling sapa. Karena itu hidup harmoni menjadi sangat penting di Indonesia. Itu bisa dilakukan karena hasil dan peristiwa budaya, yang dapat membasuh kekotoran dalam hati kita.”

Begitulah petikan kalimat Pakde Karwo saat berbicara tentang pentingnya seni dan budaya dalam kontek kemasyarakatan di Jawa Timur.Bagi Pakde Karwo, menghidupkan sektor ini dipandang sangat penting. Karena, menurutnya, berbagai potensi konflik mampu diredam dengan baik dengan menggunakan pendekatan seni dan budaya. Keduanya pun bisa menjadi sarana paling efektif untuk menyatukan bangsa.

Selain itu, Jawa Timur juga merupakan provinsi yang memiliki akar sejarah dan memiliki basis budaya yang kuat. Tercatat dua pendiri kerajaan besar Nusantara yang berada di Jatim, yakni Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok dan Kerajaan Majapahit didirikan Raden Wijaya.

Dengan basis budaya yang sudah baik itulah, maka diperlukan juga basis spiritual. Mengapa? Karena keduanya sejatinya akan menjadi modal penting untuk membangun peradaban menuju masa depan Indonesia yang cemerlang.

‘’Budaya itu mampu membuat perilakunya menjadi egaliter. Kebudayaan juga membuat suasana lebih damai dan saling menghargai, dimana kritikan disampaikan lebih lunak. Tidak sopo siro sopo ingsun, tapi membuat orang merasa sama. Seperti nonton wayang semua orang sama-sama duduk sehingga tidak emosional,” katanya.

Untuk itulah, selama memimpin Jawa Timur, pengembangan sektor budaya juga menjadi perhatian penting Pakde Karwo. Beberapa bentuk nyata kebijakan Pakde untuk pengembangan sektor ini di antaranya adalah, dengan mentradisikan Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) di Gedung Taman Budaya, Surabaya.

Kegiatan itu dilangsungkan sepanjang tahun yang disinergikan dengan pemerintah kabupaten/kota. Sinergitas itu juga dimanfaatkan untuk mendorong dan mengembangkan promosi seni budaya, pariwisata serta produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Apresiasi Seniman
Kecuali itu, selama kepemimpinan Pakde, para seniman dan budayawan yang berkiprah di Jawa Timur juga diberi ruang untuk berekspresi melalui Dewan Kesenian Jawa Timur. Setiap tahun, Pakde Karwo juga selalu memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap para seniman dan budayawan yang berprestasi dan berdedikasi.

Tahun 2018 misalnya. sebanyak 500 seniman dan budayawan Jatim yang berprestasi diberikan penghargaan oleh Pakde Karwo. Para seniman dan budayawan ini berasal dari berbagai daerah di Jatim.

“Para budayawan dan seniman telah banyak memberikan kontribusi dalam mengembangkan seni budaya di Jatim secara luar biasa. Mereka inilah yang membuat Jatim, selama hampir 10 tahun saya memimpin, menjadi tenang, aman dan nyaman,” terang Pakde

Karwo di sela acara Apresiasi Seniman Berprestasi Tahun 2018 di Graha Wisata, Kantor Disbudpar Jatim, 5 Juni 20018.

Tak itu saja, selama memimpin Jatim, Pakde Karwo juga kerap memfasilitasi penyelenggaraan Konggres Bahasa Jawa tingkat Nasional di Jatim. Pakde Karwo bahkan pernah mengharmonisasikan Budaya Sunda dan Jawa  melalui berbagai pagelaran seni, seperti, alunan musik gendang, rebana dan seruling.

Harmonisasi itu dilakukan dalam rangka menyatukan dua budaya daerah yang pernah terjadi konflik saat Perang Bubat pada 1279 Saka atau 1357 Masehi. Perang Bubat terjadi saat pemerintahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk. (edt, yus)