Pelantikan Kepala Desa Ayomi Seluruh Masyarakat

99
Pelantikan kepala desa di wilayah Kabupaten Gresik

Kabupaten Luamajang, Gresik, Ngawi dan Banyuwangi melakukan pelantikan kepala desa di masing-masing wilayah, 11-12 dan 27 Desember 2017. Bupati Gresik Dr Sambari Halim Radianto melantik 19 kepala desa (Kades) di Ruang Mandala Bakti Praja, Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono melantik 13 Kades di Pendapa Wedya Graha, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melantik 51 kepala desa di Pendapa Shaba Swagata Blambangan.

Bupati Lumajang, Drs As’at MAg melantik 8 Kades terpilih dan 1 Pj. Kades Selok Awar–Awar di Pendapa Lumajang, Rabu (27/12). Kepala desa yang dilantik merupakan Kades terpilih hasil Pilkades serentak yang diselenggarakan pada 6 Desember 2017 lalu.

Kedelapan Kades itu adalah Agus Purnowanto (Kades Tempurejo-Kec.Tempursari), Suwari SH (Candipuro-Kec. Candipuro), Cik Ono SH (Penanggal-Kec. Candipuro), Elok Hariningsih SH (Tempeh Tengah-Kec. Tempeh), Purwanto (Tempeh Lor-Kec. Tempeh), Rudy Prasetyo (Jatigono-Kec. Kunir), Mohamad Yunus (Tukum-Kec. Tekung), dan Sarto Widodo (Umbul-Kec. Kedungjajang). Sedangkan satu Pj. Kades Selok Awar-Awar yang dilantik yakni Suryadi SAP.

Panjenengan ini orang pilihan di desa, diberi amanah, tolong amanah itu dipegang baik-baik. Laksanakan tugas sesuai dengan aturan. Itu penting, jika tidak sesuai aturan pasti banyak masalah. Saya lihat (Kades terpilih) banyak yang sudah pengalaman, saya yakin panjenengan lebih baik dan lebih bagus,” tutur Bupati As’at.

Sedangkan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, mengingatkan, pangkat yang dipasang tak sekadar tanda jabatan. Namun lebih kepada tanggung jawab sebagai kepala desa untuk mengayomi seluruh masyarakat desa. Pernyataan bupati itu disampaikan ketika memasang pangkat dan tanda jabatan.

Kemudian Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, meminta seluruh Kades terpilih agar bisa melakukan percepatan adaptasi dan selalu berkomunikasi dengan mantan lurah sebelumnya. Sehingga bisa menyelesaikan percepatan dalam merealisasikan pembangunan sesuai dengan target hingga 2019, semua infrastruktur harus beres.

Selain penandasan tanggung jawab, para Kades yang baru juga mengikrarkan dan menandatangani pakta-integritas yang intinya tidak akan melakukan korupsi dan ikut serta mencegah terjadinya korupsi ketika dirinya menjabat.

Terutama tentang administrasi pertanahan yang ada di desa. Bupati menekankan agar Kades tidak mudah mengubah buku peta tanah desa (letter C). “Perubahan yang dilakukan sepihak, suatu saat akan ketahuan dan sanksinya hukum,” ujar Sambari, Bupati Gresik.

Para Kades di wilayah Gresik yang dilantik adalah Ir. Abdul Karim Aly (Kades Tanggulrejo), Syaikhuddin (Pejangganan-Manyar), Miftahul Huda (Kandangan), Nursilah, SE (Panjunan-Duduksampeyan), Mas’ud (Wedoroanom-Driyorejo); AH Zainuri (Putatlor), Suliswati (Boteng), Handoko (Menganti).

Eko Supangkat (Tulung-Kedamean); Edy Suparno, SH (Kepuhklagen–Wringinanom); Safi’i, SE (Bunderan) dan Sujari (Mriyunan-Sidayu);Drs. Maslichan (Sukowati), Khamid (Sidorejo-Bungah); Muhammad Hita’ Wajdi (Tebuwung-Dukun). Berikutnya Abdul Halim (Sekapuk), Fatakhualim (Ketapanglor), In’am SE (Karangrejo-Ujungpangkah), Abdul Azis (Daun-Sangkapura-Pulau Bawean).

Tumbuhkan Desa Sehat

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak para kepala desa (kades) di Banyuwangi untuk menumbuhkan desa-desa sehat. Kepala desa harus mengubah cara berpikir sektor kesehatan, dari paradigma ‘sakit’ menjadi paradigma ‘sehat’.

Selama ini, pemerintah lebih fokus pada penanganan orang sakit, dan di sisi lain pengelolaan orang sehat tidak optimal. Padahal, kunci pengelolaan kesehatan adalah pada peningkatan gaya hidup sehat. “Itulah yang disebut paradigma sehat. Kepala desa harus mulai mengajak warganya memiliki gaya hidup sehat,” kata Bupati Anas saat melantik 51 kepala desa.

Dikatakan, kepala desa saat ini memiliki sejumlah target kinerja yang harus dicapai. Namun yang menjadi prioritas utama saat ini adalah membuat program desa sehat.  Di mana tidak hanya desanya yang maju tapi masyarakatnya juga sehat. Salah satu caranya dengan menjadikan puskesmas menjadi mall pelayanan kesehatan.

Seiring pengembangan smart kampung, Bupati Anas juga memerintahkan kades terpilih fokus menyiapkan infrastruktur padat karya dan infrastruktur teknologi informasi. TI ini diperlukan selain  mempermudah dan mempercepat pelayanan publik, juga untuk menciptakan transparansi anggaran desa.

Desa juga wajib menyiapkan program untuk pemberdayaan perempuan. “Karena selama ini pengarusutamaan gender di desa baru sekadar visi, programnya masih belum wujud. Maka, kami minta kepada desa menyisihkan anggaran dan ruang bagi perempuan. Anggaran itu bisa untuk  posyandu, pelatihan pada perempuan, dan lain-lain,” ujarnya.

Salah satu kepala desa yang dilantik, Kades Kepundungan, Kecamatan Srono, Tri Marvila (29) menyatakan, segera berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memfungsikan puskesmas tidak sekadar tempat berobat.

Menurut Tri, apa yang dipidatokan Bupati Anas ini benar karena sekarang banyak warga desa yang mulai terkena penyakit akibat pola gaya hidup yang tidak sehat. “Saya akan ajak puskesmas lebih menyosialisasikan peningkatan pola hidup yang baik. Saya juga akan kembangkan desa wisata, karena di Banywuangi ini telah tumbuh subur wisata yang berbasis desa,” kata Kades perempuan termuda pada pelantikan kali ini.

Pelantikan kades terpilih 2017 diikuti 51 kades, yang terdiri 46 kades pria dan 5 kades perempuan. Setelah dilantik, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan penyelenggaraan pemerintahan yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPM-PD). (ins, edt)