Pemprov Jatim Siapkan Lahan Pemakaman Jenazah Khusus Covid-19, Lokasi Dirahasiakan

56

SURABAYAPemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Perhutani menyediakan lahan pemakaman jenazah khusus covid-19.

Total saat ini ada sebanyak 9 titik lokasi bidang tanah yang disiapkan Pemprov Jatim bersama Perhutani untuk pemakaman jenazah covid-19. Masing-masing luas tanah tersebut sekitar 1000 meter persegi dan telah siap digunakan.

Penyediaan lahan pemakaman ini dilakukan Pemprov Jatim untuk merespon sejumlah penolakan jenazah kasus covid-19 yang sempat muncul di beberapa daerah. Dengan adanya lahan pemakaman khusus untuk kasus covid-19 ini diharapkan dapat menjamin keamanan bagi masyarakat dan memberikan kenyamanan bagi keluarga korban.

“Sembilan titik lokasi pemakaman tersebut sudah disediakan menyebar di daerah Jawa Timur. Tujuannya tak lain agar setiap daerah tidak jauh jika akan melakukan pemakaman jenazah korban covid-19 ini,” tegas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (7/4).

Baca Juga  Pantau Keluar Masuk Warga, BKB Dijadikan Posko Covid-19

Lebih lanjut gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan bahwa Pemprov Jatim maupun Perhutani tidak akan memberikan keterangan detail tempatnya. Agar tidak terjadi polemik di masyarakat.

“Lokasi detailnya tidak diumumkan. Tetapi rumah sakit rujukan baik pertama maupun utama sudah kami koordinasikan. Pihak Polsek dan Koramil juga sudah terinformasi,” tegasnya.

Namun yang jelas menurut mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, setiap titik lahan pemakaman yang disediakan untuk korban covid-19 sudah memenuhi syarat dan protokol kesehatan yang ada. Misalnya, tidak boleh kurang dari 50 meter dari sumber air tanah, dan tidak kurang dari 500 meter jaraknya dari pemukiman.

Selain itu setiap jenazah yang akan dimakamkan di lokasi tersebut sudah diterapkan protokol pemulasaraan jenazah yang benar. Termasuk yang memakamkan harus menggunakan APD lengkap dan proses penguburan jenazah dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis.

Baca Juga  Bupati Apresiasi Desa Ikut Aktif Cegah Penyebaran Covid-19

Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama peti ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan.