Pengobatan Ningsih Tinampi Bukan Pelayanan Kesehatan

106

Pengobatan ala Ningsih Tinampi sempat viral di jagat media sosial. Namanya makin kondang diperbincangkan di masyarakat, menyusul cara pengobatannya yang menarik perhatian.

Namun, menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan Tim Pembinaan Pengawasan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris (P4KTE) Provinsi Jawa Timur ke pengobatan Ningsih Tinampi di Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana MKes, menyatakan, pengobatan Ningsih Tinampi tidak termasuk kategori pelayanan kesehatan.

Di dunia pengobatan, ada dua bentuk pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional.

Pelayanan kesehatan konvensional merupakan pelayanan kesehatan dengan metode pengobatan dan tindakan medis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sedangkan pengobatan tradisional merupakan pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan metode ramuan dan keterampilan (pijat, akupresur, akupuntur dsb) yang keilmuannya didapatkan secara turun-temurun. Kecuali itu bisa dibuktikan minimal secara empiris tidak melanggar norma yang berlaku di masyarakat, tidak berbau mistik, klenik dan supranatural.

Baca Juga  Kampung Kue Surabaya, Omzet Jutaan Serap Banyak Pengangguran

“Pelayanan kesehatan konvensional maupun tradisional sama-sama memiliki organisasi profesi, standar pelayanan dan kode etik. Sedangkan pengobatan Ningsih Tinampi tidak masuk ke dalam dua kategori pelayanan kesehatan tersebut,” kata dokter Herlin (08/02).

Terkait hal itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih bijaksana dalam memilih pengobatan dalam penyembuhan penyakitnya.

Tim P4KTE, yang terdiri dari Dinkes Jatim, Kejaksaan Tinggi Jatim, Polda Jatim, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim, KPID Jatim, Satpol PP Jatim, Disnaker Jatim, Diskominfo Jatim, Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobat Tradisional (SP3T), Dinkes Kabupaten Pasuruan, Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) dan stakeholder terkait lainnya, sepakat bahwa pengobatan Ningsih Tinampi tidak masuk ke dalam ranah kesehatan. Melainkan masuk ke dalam binaan Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Prov Jatim yang diketuai Kejaksaan Tinggi Jatim. (*)