Penguatan UKM, Khofifah Luncurkan Kartu Jatim Berdaya

257
Gubernur Jatim luncurkan kartu Jatim Berdaya. Foto: Humas Pemprov Jatim for derapdesa.id

Satu per satu janji kampanye Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang tercakup dalam Nawa Bhakti Satya ditunaikan. Hari ini, Sabtu (30/3), Khofifah meluncurkan kartu Jatim Berdaya. Peluncuran kartu tersebut menjadi upaya penguatan pelaku usaha wanita kategori kreatif.

“Kartu ini ditujukan bagi para pelaku usaha yang bisnisnya sudah jalan, bukan pemula, dan sudah teridentifikasi jenis usahanya. Ini sebagai pemberdayaan dan perluasan akses bagi mereka,” katanya saat menghadiri acara Gelar Pelaku Usaha Wanita Kreatif Jatim di JX Internasional Expo Surabaya.

Kepada 1.000 pengusaha wanita yang hadir dalam acara tersebut Khofifah menjelaskan, dalam kartu tersebut terdapat chip yang memuat data dan informasi mengenai jenis usaha dan omzet yang dimiliki pemilik kartu. Data dan informasi tersebut akan menjadi pertimbangan besaran pinjaman yang layak diterima pelaku usaha tersebut.

Dia menambahkan, penerima kartu Jatim Berdaya juga berhak menerima pinjaman dengan akses bunga enam persen. Melalui kartu ini, para pelaku usaha wanita kategori kreatif Jatim bisa terus mengembangkan usahanya, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Di era digitalisasi ekonomi yang membuat persaingan semakin ketat, Khofifah berharap para pelaku usaha lebih kreatif dan inovatif.

Gubernur Jatim tinjau stan pameran gelar produk unggulan pelaku usaha wanita kreatif. Foto: Humas Pemprov Jatim for derapdesa.id

“Di era revolusi industri 4.0 ini usaha yang paling banyak adalah indutri makanan minuman. Kita lihat banyak bermunculan usaha cafe, warung makan, termasuk memesan makanan melalui aplikasi online. Kami ingin pelaku usaha wanita kreatif Jatim masuk ke digitalisasi ini,” katanya.

Terkait industri makanan dan minuman ini, Gubernur Khofifah meminta para pelaku usaha memperhatikan soal packaging dan higienitas. Termasuk memiliki izin edar MD (izin industri bersifat lokal untuk pangan) dari Badan POM.

Untuk memudahkan para pelaku usaha mengurus izin edar, Khofifah telah meminta Badan POM untuk membuka layanan perizinan di lima kantor Badan Koordinasi Wilayah dan Pembangunan (Bakorwil) dan satu di kantor eks Karesidenan Kediri.

“Kami juga membuka pintu seluas-luasnya bagi start up yang ingin masuk di Jatim agar bisa ikut mendampingi UKM dan IKM supaya packaging bisa lebih baik, higienitas tinggi, sampai dengan memberikan literasi digital sehingga mereka mampu mengakses market place. Salah satu yang sudah jalan kemarin dengan Bukalapak,” ujarnya.

Beberapa tamu undangan tampak hadir dalam acara ini. Antara lain Ketua TP PKK Provinsi Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Dirut Bank Jatim, Dirut Bank UMKM, para ketua TP PKK kabupaten/kota, dan pimpinan tujuh organisasi wanita di Jatim.

Gelar Pelaku Usaha Wanita dimeriahkan dengan pameran produk unggulan. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran produk unggulan dari seluruh Jatim. Mulai dari produk makanan, buah-buahan, handycraft, dan sebagainya. Peserta pameran produk unggulan tersebut menempati stan yang disediakan OPD Pemprov Jatim. (uul, hms)