Pengukuhan PPDI Kec. Tambak, PPDI dan AKD Perlu Sinkronisasi

126
Foto-foto: Hamzah Afif Afandi/derapdesa.id

DALAM upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penyelenggara pemerintah desa, pengurus Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kec. Tambak menggelar pelatihan. Agenda yang diikuti kepala desa dan perangkat desa se- Kec. Tambak itu digelar di Hotel Sofia Juanda, Surabaya mulai hari Kamis hingga Sabtu mendatang.

Sore tadi, hari Kamis (28/2) agenda diawali dengan pengukuhan pengurus PPDI Kec. Tambak yang baru. Agenda pengukuhan itu dihadiri ketua PPDI Kab. Gresik Siswadi, ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kec. Tambak Muhammad Salim dan Sekretaris Kec. Tambak M Zainudin.

Sebanyak 20 pengurus dengan masa jabatan periode 2019 sampai periode 2024 dikukuhkan Siswadi. Mereka berdiri dan disaksikan peserta yang hadir. Adapun, lima tahun mendatang, kepemimpinan PPDI Kec. Tambak berada di tangan Amyadi asal Desa Kepuh Legundi.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan secara organisasi dan legal. Saya berpesan PPDI dan AKD harus ada sinkronisasi,” tutur Siswadi.

Ia menyampaikan, PPDI adalah organisasi sebagai wadah untuk saling komunikasi mencari solusi dan menampung aspirasi. Selama ini, kata dia, baik PPDI Pusat maupun daerah sudah berjuang untuk kesejahteraan perangkat.

Ia mencontohkan, misalnya, saat jelang kepemimpinan Pakde Karwo sebagai Gubernur Jatim akan berakhir. Waktu itu, pihaknya melakukan audiensi untuk penambahan tunjangan. “Dan itu kita kawal sampai sekarang, semoga di kepemimpinan gubernur yang baru ini bisa terlaksana,” paparnya penuh harap.

Namun, ia mengingatkan, apa yang menjadi tuntutan agar terealisasi harus didukung dengan kinerja yang baik. Bahkan, soal kebijakan presiden untuk menaikan gaji perangkat sudah sempat disampaikan pada Bupati Gresik Sambari.

“Tanggung jawab perangkat desa itu luar biasa. Tugasnya berat. Karena itulah, perlu adanya perhatian dalam hal kesejahteraan dan harus kita hargai,” imbuhnya meyakinkan.

Selain itu, lanjut dia, ada satu hal yang perlu dijadikan landasan perangkat desa dalam melangkah. Yaitu, harus bisa membedakan tugas organisasi dan tugas kedinasan. Artinya, kalau di desa, perangkat harus menghormati perintah Kades selama itu baik.

Dalam kesempatan yang sama, Salim menuturkan, dengan dikukuhkannya pengurus baru, otomatis semua angan dan segala tuntutan sudah memiliki wadah. Ketua AKD Kec. Tambak itu ingin, pengurus bisa menggunakan wadah tersebut sebagaimana mestinya.

“Selama ini kami tidak ada masalah. Kami ini keluarga besar, kepala desa adalah orang tua dan perangkat desa adalah anak. Tidak mungkin saling menelantarkan. Hakikat perjuangan kita sama, hanya wadah organisasi nya saja yang berbeda,” paparnya disusul tepuk tangan hadirin.

Zainudin menambahkan, jika tidak ada organisasi yang menaungi, maka akan bingung ketika ingin menyampaikan suatu permasalahan. Sekretaris Kec. Tambak itu mengajak untuk saling menjaga komunikasi dan menunjukkan dedikasi di desa masing-masing.

“Wadah dan pengurus yang sudah dibentuk ini, ayo bekerja dengan baik. Saya titip, jangan sampai ada masalah di desa,” pungkasnya. (Fan)