Penuhi Panggilan KPK, Pakde Karwo Diperiksa sebagai Saksi

50
Pakde Karwo ketika tiba di Kantor KPK

Pakde Karwo, mantan Gubernur Jatim memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (28/8). Pakde diperiksa sebagai saksi atas tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2018,  yakni Ketua DPRD Tulungagung Supriyono.

Pakde Karwo membenarkan kedatangannya di Gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut. Ia juga mengatakan tidak ada persiapan terkait pemeriksaan itu. “Ya, saksi (kasus) Tulungagung, terima kasih. Tidak ada persiapan apa pun,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK juga sempat memeriksa mantan ajudan Pakde Karwo, Karsali, seminggu lalu Selasa (20/8). Saat itu Karsali tak banyak bicara saat keluar dari Gedung KPK. Karsali merupakan mantan ajudan atau sekretaris pribadi Pakde Karwo.

Pakde Karwo sebelumnya, juga berhalangan hadir ketika dipanggil KPK pada Rabu (21/8). Namun saat hadir seminggu berikutnya, Rabu (28/8), Pakde Karwo dengan ciri khasnya hanya tersenyum ketika awak media melontarkan beberapa pertanyaan.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Supriyono diduga menerima uang sejumlah Rp 4,88 miliar dari Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Syahri Mulyo, terkait pembahasan dan pengesahan APBD dan atau APBD-P Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

“Tersangka SPR (Supriyono) diduga melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 atau pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah (13/5). (*)