Penutupan Sementara Objek Wisata Kab Probolinggo Diperpanjang

247

Pemkab memperpanjang penutupan sementara seluruh destinasi atau objek wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo. Bagian destinasi wisata di bawah pengelolaan Pemkab, pemerintah desa dan pengelola milik swasta.

Penutupan sementara ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor : 556/189/426.118/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Perpanjangan Penutupan Sementara Destinasi Wisata di Kabupaten Probolinggo sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

SE Bupati Probolinggo ini disampaikan kepada para pengelola objek wisata, Kepala Balai Besar TNBTS (Pengelola Wisata Gunung Bromo Resort Probolinggo) dan Direktur Perum Perhutani KPH Probolinggo (Pengelola Wisata Madakaripura).

Perpanjangan penutupan ini dilakukan seiring dengan meningkatnya penyebaran Covid-19 di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperhatikan pernyataan resmi World Health Organization (WHO) yang menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global. Juga pernyataan Presiden Republik Indonesia tentang Penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional (bencana non-alam) dan Surat Edaran Nomor 556/171/426.118/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang Penutupan Sementara Destinasi Wisata di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga  Menikmati Wisata Jadul Desa Tawang Nan Alami

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, mengatakan, perpanjangan penutupan sementara destinasi wisata ini merupakan salah satu ikhtiar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sekaligus untuk melindungi masyarakat sekitar objek wisata dari penularan virus corona yang dimungkinkan dibawa pengunjung wisata yang berasal dari luar,” katanya.

Sugeng menerangkan sesuai dengan surat edaran Bupati Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menginstruksikan kepada seluruh pengelola objek wisata di bawah pengelolan Pemkab, pemerintah desa dan pengelola milik swasta untuk melakukan perpanjangan penutupan sementara sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

Kata Sugeng, selama pelaksanaan penutupan sementara, Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan koordinasi, sosialisasi dan pemantauan lapangan.

“Pemkab menghimbau kepada pengelola hotel, homestay, restoran dan pelaku usaha jasa wisata dalam memberikan pelayanan wajib mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.

Baca Juga  Pejambon Kembangkan Wisata Desa

Sugeng menambahkan Pemkab Probolinggo mengoptimalkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi bersama instansi terkait dan menghimbau masyarakat tetap tenang, di rumah saja dan tidak panik secara berlebihan. (*)