Perajin Kulit Pare, Go International

13
dompet karya Tomi Krisnawan

Kerajinan berbahan dasar kulit hewan relatif banyak penggemar. Di wilayah Kecamatan Pare, Kab Kediri, tepatnya di kawasan Kampung Inggris, Jl Dahlia Nomor 99 ada perajin yang cukup eksis. Namanya Tomi Krisnawan (35 tahun) yang menggeluti usaha tersebut sejak tahun 2015 silam.

Awalnya, usaha kerajinan kulit itu dikerjakan oleh sang kakak, Heri. Berbekal kemampuan ilmu desain grafis di tempatnya bekerja dulu, akhirnya dia mencoba membuat tas yang berbahan dari kain kanvas. “Hasilnya setelah di-shared di media sosial, ternyata tas buatan Heri, kakak saya itu, banyak sekali peminatnya,” ujar Tomi.

Dari situlah kemudian dia bersama Heri membuat tas berbahan dasar kulit sapi. Selain tas juga memproduksi dompet, ikat pinggang, strap jam, tempat kacamata dan beberapa karya lainnya.

“Kami juga menerima model sesuai keinginan konsumen. Perlu digaris- bawahi jika konsumen memilih atau menginginkan model yang sama persis dengan produk-produk ternama, saya akan memberikan harga di atas produk tersebut,” ujarnya.

Tujuannya adalah agar para konsumen mencintai dan gemar menggunakan produk dan merek lokal Kabupaten Kediri. “Produk saya ini bermerk Sapindelick yang sudah kami proses untuk mematenkan merek itu,” lanjutnya.

Dilihat dari kualitas produk Sapindelick, harganya cukup terjangkau. Yang termurah adalah strap jam dengan harga Rp 350.000-, untuk dompet wanita seharga Rp 850.000,- sedang dompet pria Rp 475.000. Kemudian yang termahal adalah tas yang dibandrol dengan harga Rp 4,5 juta sampai Rp 5 juta.

Saat ini pemasaran hanya melalui media online seperti instagram, facebook dengan akun @sapindelick. Dengan media online pesanan bisa mencapai Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang. Ada juga yang dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Belanda dan China. “Jika menginginkan produk kami bisa langsung menghubungi nomor 085782469909,” tambahnya.

Melalui kerajinan kulit itu, ke depan dia ingin berperan serta dalam mengangkat produk-produk UMKM Kabupaten Kediri. Dia juga siap jika diminta memberikan pelatihan kepada para pemuda maupun orang yang ingin belajar membuat kerajinan kulit. (iko)