Perangi TBC, Kab Blitar Gencarkan Deteksi Dini

92
Upaya pencegahan TBC di wilayah Kab Blitar terus dilakukan

Pencegahan terhadap mewabahnya penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Blitar mengundang keprihatinan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Mereka terus berupaya meningkatkan pencegahan mewabahnya penyakit tuberculosis, melalui pendeteksian dini terhadap seseorang yang diindikasikan berpotensi terdampak penyakit tersebut.

Seksi P2PM Dinkes Pemkab Blitar, Eko Wahyudi SKM, MKes, mengatakan, pemerintah mengambil langkah ini sebagai reaksi atas evaluasi kader peduli TBC (tuberculosis) yang ada di lima kecamatan, yang dilakukan selama satu tahun sebanyak tiga kali.

Ia melanjutkan, kelima kecamatan itu yakni Kecamatan Talun, Ponggok, Srengat, Kademangan dan Sanankulon. “Secara epidemologi, kalau tidak segera ditemukan penderitanya, penularannya akan tetap berlangsung di sekitar lingkungan dari masyarakat maupun dari penderita TBC itu,” katanya (12/9).

Untuk itu program penanggulangan penyakit tuberkulosis di Kabupaten Blitar termasuk yang berisiko. Artinya, penemuan yang terduga terdampak TBC maupun penemuan penderitanya itu masih di bawah yang diharapkan.

“Peran dari masyarakat dalam hal ini kader merupakan hal yang harus ditingkatkan. Untuk itu kita menjaring atau menemukan terduga atau penderita TBC yang ada di Kabupaten Blitar. Karena tidak mungkin itu dilakukan oleh jajaran kesehatan teman-teman puskesmas maupun rumah sakit,” urai Eko.

Dinkes Pemkab Blitar juga mengintensifkan kegiatan sosialisasi bersama kader TBC, mengadakan kegiatan monitoring secara berkala. Kegiatan ini meliputi pelatihan petugas bagi kader, dalam rangka kegiatan upaya penemuan penderita atau terduga penyakit TBC itu. (*)