Percepat Pengentasan Kemiskinan, Perangkat Desa di Tuban Ikuti Bimtek SIKS-NG

31
Pelaksanaan bimtek SIKS-NG yang diikuti perangkat desa.

TUBAN- Sebanyak 328 perangkat desa di Kab. Tuban mengikuti Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Setda Kabupaten Tuban, Senin (17/6) ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana.

Saat memberikan pengarahan kepada peserta bimtek, Budi menekankan urgensi data kemiskinan pada pelaksanaan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tuban. Salah satunya sebagai bahan evaluasi atas pelaksanaan program tersebut. “Data yang tepat mampu mempercepat program pengentasan kemiskinan di Kab. Tuban,” tegasnya.

Data yang termuat dalam SIKS-NG akan menjadi data tunggal terpadu yang telah disinkronkan dengan data kemiskinan lainnya dari instansi terkait. Aplikasi SIKS-NG akan menerapkan sistem by name by address sesuai dengan survei yang dilakukan. Data yang termuat juga akan diverifikasi dan divalidasi minimal setahun sekali. Sehingga data diperoleh adalah data terbaru dan sesuai dengan kondisi riil.

“Data SIKS-NG akan menjadi dasar penganggaran dan pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan. Data SIKS-NG di tingkat kabupaten juga akan diserahkan ke provinsi untuk diverifikasi dan divalidasi untuk selanjutnya dikirim ke pusat. Dengan demikian diperoleh data yang valid mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga ke desa/kelurahan,” katanya.

Budi mengatakan, masyarakat dapat ikut berperan dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan. Masyarakat dapat mengadukan jika mengetahui ada warga miskin yang belum terdata dan melaporkan penerima bantuan yang tidak sesuai.

“Masyarakat dapat melapor saat musyawarah desa, bisa mengadu ke kantor kecamatan maupun langsung ke Dinsos,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tuban Nur Jannah menyampaikan, kegiatan bimtek dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman petugas mengenai aplikasi SIKS-NG dan dilaksanakan pada 17-20 Juni 2019.

Nur Jannah menambahkan, pada aplikasi SIKS-NG tersedia menu yang berfungsi untuk proses perbaikan dan pengusulan penerima bantuan, antara lain Basis Data Terpadu (BDT), Kartu Keluarga Sejahtera-Bantuan Sosial Pangan (KKS-BSP) PKH dan Non PKH, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JAMKES), serta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PMKS-PSKS).

Dia merinci, berdasarkan proses pendataan yang telah dilakukan, diperoleh hasil yaitu jumlah BDT Kabupaten Tuban sejumlah 145.472 Kepala Rumah Tangga, jumlah KKS-BSP PKH dan Non PKH periode Mei 2019 sebanyak 93.027 KK, dan jumlah PBI-JKN Kabupaten Tuban mencapai 532.917 jiwa. (mit)