Permudah Layanan Wisata Budaya, Khofifah Minta Augmented Reality Diterapkan

146
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak bersalaman dengan pegawai di lingkup Dinas Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Prov Jatim, Selasa (11/6).

Potensi warisan budaya Provinsi Jatim begitu melimpah. Tak jarang, hal itu menjadi peluang besar hadirnya para wisatawan untuk memelajari pengetahuan sejarah. Kendati begitu, kondisi tersebut masih memerlukan penanganan khusus. Utamanya, dalam hal kemudahan untuk mengakses informasi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1440 Hijriah dengan Aparatur Provinsi Jatim di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Prov. Jatim, Jl. Wisata Menanggal, Kota Surabaya, mengatakan pentingnya penyajian informasi yang mudah terkait warisan sejarah. Utamanya melalui sentuhan digitalisasi yang berupa augmented reality.

Sentuhan yang dimaksud yakni teknologi yang memproyeksikan benda maya dalam waktu nyata. Sehingga, nantinya masyarakat dapat dengan mudah mengetahui lokasi situs dan museum secara digital.

“Teknologi ini bisa mempermudah masyarakat secara reality tanpa langsung ke lokasi,” katanya, Selasa (11/6).

Ia menjelaskan banyaknya situs dan museum di Jatim akan membuat masyarakat kesulitan jika dikunjungi secara manual. Sehingga, penggunaan augmented reality dirasa tepat untuk membantu masyarakat mengakses informasi.

Tak hanya itu, pemanfaatan augmented reality juga bisa membantu siswa sekolah dalam mengenali budaya masa lalu. Setidaknya, mereka dapat mengetahui pertumbuhan sejarah dan peradaban manusia di Jatim. Di samping itu pula, unsur perkembangan kebudayaan Islam juga dapat disisipkan di dalamnya.

“Hal ini merupakan bagian membangun proses alkuturatif. Anak sekolah bisa mengetahui bahwa Wali Songo dulu tidak memerlukan senjata dalam menyebarkan agama Islam di Jatim, tetapi melalui proses alkuturasi budaya,” pungkasnya. (frd, hms)