Pesan Kunci Emo Demo Adalah Cegah Stunting

89

Pelaksanaan program Emo Demo di Kabupaten Jember mendapat perhatian langsung dari Country Programmes GAIN London, Sandra Ederveen. Dia berkunjung ke PAUD Puspa Melati dan Posyandu Aster 65 di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

“Kegiatannya sangat menarik. Selama ini hanya dipantau dari laporan.  Sekarang kami bisa lihat langsung impact dan efektivitasnya. Juga bisa diketahui perubahan setelah diberlakukan emo demo dari kader kesehatan ke masyarakat,” kata Sandra.

Ia juga mengungkapkan rasa senang pada kunjungan kali ini. Ia senang bisa langsung berinteraksi dengan kader kesehatan, ibu-ibu, guru, juga siswa-siswi. “Bisa merasakan sendiri program emo demo ini sangat efektif diterapkan,” ujarnya.

Pengalaman kunjungannya ini akan ditularkan ke teman-temannya di London. Ia akan meyakinkan teman-temannya bahwa metode penyampaian emo demo yang dikemas dalam film dan buku cerita sangat efektif dilakukan.

Baca Juga  Jelang Lomba Kesatuan Gerak, PKK Kota Surabaya Gelar Sosialisasi

Sri Rahayu Sugiatiningsih, District Coordinator Kabupaten Jember, mengungkapkan, emo demo adalah metode penyampaian pesan dengan menggunakan emotion-demonstration secara terus menerus sehingga bisa melakukan perubahan.

Hal terpenting dalam emo demo ini adalah menyampaikan satu pesan kunci. Salah satunya yaitu pencegahan stunting. Starteginya dengan komunikasi perubahan perilaku.

“Ke depan, penerapan emo demo terus dilakukan dan tidak boleh berhenti sampai di sini, karena mengubah perilaku tidak mudah,” tuturnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Dyah Kusworini, SKM, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember terus mendukung pelaksanaan emo demo. Kegiatan emo demo di Jember, tidak hanya dilakukan di posyandu. “Ini juga dikembangkan di PAUD dan di sekolah- sekolah,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaann, juga digelar pelatihan untuk trainer guna mengembangkan emo demo pada kader dan guru PAUD. Saat ini, pengembangannya sudah mulai di keluarga dan lingkungannya.

Baca Juga  Puskesmas Bluto Kembangkan Layanan Alternatif

Pelaksanaan program ini baru di 16 kecamatan. Ke depan akan dilakukan untuk 15 kecamatan lainnya. “Ini menuntut komitmen semua pihak, baik dari petugas kesehatan, dukungan lintas sektor, masyarakat, dan sasaran,” katanya. (*)