Pilkades Serentak Pacitan Digelar 14 Oktober

88
Pilkades serentak Pacitan akan digelar 14 Oktober

Tahun 2019 ini Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) wilayah Kabupaten Pacitan bakal kembali digelar serentak, tepatnya pada 14 Oktober. Tercatat ada 113 desa di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan akan memilih pemimpin desa untuk 6 tahun ke depan.

Berkaitan dengan itu, Pemkab Pacitan sebagai Panitia Kabupaten telah melakukan berbagai persiapan, meskipun panitia sebenarnya adalah desa masing-masing.

Di antaranya membentuk tim khusus, gabungan dari berbagai Perangkat Daerah (PD), mulai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Bagian Hukum.

Tim khusus gabungan itu diketuai oleh Mahmud sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. “Semua tahapan harus dilalui oleh panitia desa saat ini,” kata Chusnul Faozi, Kasubag Pembinaan Wilayah Bagian Pemerintahan Setda Pacitan.

Pilkades serentak nanti telah masuk pada tahap penetapan calon. Sedang dua desa harus masuk proses tes karena calon lebih dari 5 orang, dan tiga desa sisanya harus kembali membuka pendaftaran calon, di tahap kedua.

Guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi, panitia kabupaten berusaha memetakan desa yang berpotensi, termasuk peta desa yang kondusif. Sehingga sejak dini pemerintah bersama pihak terkait mengetahui kondisi secara jelas. “Perebutan kekuasaan tidak menutup kemungkinan ada intrik,” kata Chusnul.

Seluruh mekanisme yang telah diatur harus dilaksanakan seluruhnya, sesuai dengan tahapan demi tahapan. Karena jika terabaikan gesekan mudah terjadi yang berujung pada konflik. Memberi pemahaman kepada warga masyarakat sebagai calon pemilih tentang pedoman Pilkades juga dirasa perlu guna mengurangi kesalahpahaman persepsi.

Perhelatan Pilkades disadari atau tidak merupakan wadah yang diberikan negara untuk berdemokrasi. Masyarakat dilatih cerdas dalam memilih pemimpinnya, paling simpel tidak mudah tergiur dengan iming-iming politik uang demi desa masing-masing yang lebih maju. (*)