Pimpin PKK Jatim, Arumi Merasa Mendapatkan Berkah

141
Arumi Emil Dardak. foto: Hamzah Afif Afandi/derapdesa.id

Arumi Emil Dardak kini resmi memimpin TP PKK Provinsi Jatim. Dia juga menjadi Ketua Dekranasda dan Perwosi Provinsi Jatim. Apa saja program yang akan dia usung dalam lima tahun ke depan?

Momen ulang tahun ke-25 tahun ini yang diperingati pada Selasa (19/2), menjadi salah satu momen yang sangat berkesan bagi Arumi Emil Dardak. Tepat di hari itu, Arumi dilantik sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jatim periode 2019-2024. Dengan pelantikan tersebut, ia menjadi ketua TP PKK provinsi termuda se-Indonesia saat ini.

Pelantikan Arumi oleh Ketua Umum TP PKK digelar enam hari usai pelantikan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Prosesi pelantikannya digelar di gedung Grahadi Surabaya dengan disaksikan tamu undangan dari TP PKK Pusat, pejabat Pemprov Jatim, TP PKK provinsi dan kabupaten/kota se-Jatim, serta perwakilan organisasi wanita.

Mendapat amanah memimpin TP PKK Provinsi Jatim dirasakan Arumi sebagai berkah. Karena TP PKK Provinsi Jatim dikenal kaya prestasi dan memiliki tim yang solid. Istri Wakil Gubernur Jatim ini mengatakan, deretan prestasi yang telah diraih TP PKK provinsi Jatim menjadi beban sekaligus semangat bagi dirinya.

Dia merasa bersyukur mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Bude Karwo, Ketua TP PKK Provinsi Jatim yang menjabat selama dua periode, 2009-2014, 2014-2019. Arumi juga telah berbincang banyak dengan Bude Karwo terkait PKK Jatim.

“Keberadaan Bude Karwo ke depannya akan menjadi sangat berarti. Masukan-masukan beliau akan sangat berharga bagi kami. Dan semoga beliau berkenan untuk memberikan wejangan bagi kami ke depannya,” harapnya.

Sebelum dilantik menjadi Ketua TP PKK Provinsi Jatim, sebelumnya Arumi menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek selama tiga tahun terakhir. Dia mendampingi sang suami, Emil E. Dardak yang menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Di Trenggalek, Arumi memimpin TP PKK 14 kecamatan. Sedangkan programnya mengikuti visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek.

“Di provinsi tantangannya berbeda sekali. Saat ini ada 38 kabupaten/kota yang memiliki kultur dan permasalahan berbeda-beda,” ucap mantan artis yang membintangi banyak judul film dan sinetron ini.

Langkah pertama yang dilakukan Arumi usai dilantik adalah mencocokan program dengan visi-misi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang tercakup dalam Nawa Bhakti Satya. Dia juga akan bersilaturahmi dengan OPD untuk mengetahui program-program yang dapat disinergikan dengan PKK.

Saat momen pelantikan TP PKK Provinsi Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa setiap kabupaten/kota memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Dia meminta TP PKK setempat dapat turut serta mengatasi permasalahan yang ada di wilayah masing-masing. Arumi menyambut baik amanat yang disampaikan Khofifah tersebut.

“PKK provinsi akan fokus dalam sepuluh program pokok PKK dan permasalahan yang dihadapi masing-masing kabupaten/kota. Jadi, PKK provinsi harus mau membuka tangan dan juga masukan dari PKK kabupaten/kota mengenai masalah apa saja yang mereka hadapi. Sehingga provinsi seyogyanya bisa men-support dan memfasilitasi,” tuturnya.

Arumi mengaku bangga karena Gubernur Khofifah sangat paham dan mendukung gerakan PKK. Khofifah memerintahkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Jatim agar dapat bersinergi secara lahir batin dengan PKK. Ia juga memberikan ruang, semangat, dan wejangan kepada PKK untuk dapat berpartisipasi aktif dalam percepatan pembangunan Jatim. Bentuk dukungan yang diberikan gubernur itu memberikan suntikan semangat tersendiri bagi Arumi.

Sehari usai dilantik, Arumi tampak beraktivitas menghadiri peringatan HUT Dharma Pertiwi ke-55 di SMA Kartika, Jalan Hayam Wuruk, Surabaya. Dalam acara yang dilaksanakan pada Rabu (20/2) itu Arumi memberikan penyuluhan pada ribuan siswa TK hingga SMA tentang gemar makan ikan dan sayur. Bersama jajaran Dharma Pertiwi Daerah E dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jatim, Arumi juga turut mencanangkan gerakan gemar menabung untuk anak-anak. (via, p-7)