Pipa PDAM Bocor, Pemprov Jatim Kirim Bantuan Air Bersih

136

Kebocoran pada pipa transmisi PDAM Kota Malang menyebabkan sekitar 6 ribu pelanggan kesulitan memperoleh air bersih. Ribuan warga terdampak tersebut berada di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun. Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah yang terparah.

Mengatasi hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengirimkan bantuan. Bantuan yang dikirimkan berupa 11 unit mobil tangki yang mengangkut air bersih, 20 unit tandon dengan volume 2.200 meter kubik, seratusan jeriken, dan pompa berkapasitas besar untuk menyedot air tanah.

“Kami juga menyediakan tandon untuk terminal penampungan air di RT dan RW,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, Minggu (16/2/2020).

Dia mengatakan, pemberian bantuan tersebut dilakukan setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan Wali Kota Malang, Sutiaji. Sutiaji mengaku kewalahan untuk mengatasi permasalahan krisis air tersebut karena kekurangan armada. Khofifah langsung menginstruksikan untuk membantu mengatasi bencana tersebut.

Baca Juga  Tetap Waspada Corona, Tapi Jangan Lupa Antisipasi DBD

“Hasil pertemuan ibu Gubernur dengan Wali Kota Malang, ternyata Pemkot Malang kekurangan armada untuk dropping air, dan tandon air untuk terminal ini juga kurang. Kalau tidak dapat saluran air bersih ‘kan sama dengan kekeringan. Sehingga penanganan daruratnya harus, dilakukan,” imbuhnya.

Suban melanjutkan, proses perbaikan kebocoran pipa transmisi bisa memakan waktu hingga 2,5 bulan. Bantuan unit kendaraan tangki yang dikirimkan, akan tetap berada di Malang, hingga proses pengerjaan perbaikannya selesai.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, kebocoran pipa transmisi tersebut murni karena teknis. Dia menyatakan telah menyarankan PDAM Kota Malang agar mengajukan bantuan ke kementerian PUPR, sebab, berbagai solusi telah dilakukan, namun tetap saja mengalami kendala teknis. (*)