Pj Kades Dilarang Angkat Perangkat

62
Pelantikan lima penjabat kades

Penjabat kepala desa (Kades) tidak boleh atau dilarang mengangkat perangkat desa dan memindahkan aset desa. Poin-poin itulah antara lain yang disarikan dari pelantikan lima penjabat Kades di Kabupaten Kediri.

Seperti diketahui, Pemkab Kediri menggelar pelantikan lima penjabat kepala desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sekartaji Pendopo Kabupaten Kediri, pada 11 Oktober 2019 lalu.

Lima penjabat kades yang dilantik adalah Dalhar Achmad Bahar dari Desa Bulu (Kec Semen), Angger Grindo Hargoro dari Desa Wanengpaten (Kec Gampengrejo), Puji Sunarno dari Desa Sambirobyong (Kec Kayen Kidul), Adi Baskoro Supanji dari Desa Banyuanyar (Kec Gurah) dan Suryono dari Desa Klampisan (Kec Kandangan).

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, D. Sampurno, mengatakan, penjabat kepala desa setelah dilantik memiliki tugas meneruskan jalannya pembangunan, pelayanan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.

Selain itu juga mengawal Pilkades (pemilihan kepala desa) hingga terpilihnya kepala desa definitif. “Adapun yang dilarang dilaksanakan oleh penjabat kepala desa adalah melakukan pengangkatan perangkat desa dan pemindahan aset desa,” kata dia.

Sampurno menambahkan, pelantikan lima penjabat kepala desa ini dilakukan karena terdapat kepala desa yang habis masa jabatannya dan mengajukan cuti. Sementara pelantikan kepala desa baru masih menunggu hasil Pilkades yang dilaksanakan serentak 30 Oktober 2019.

Di wilayah Kabupaten Kediri, ada 254 desa yang mengadakan Pilkades serentak pada 30 Oktober 2019. “Kami berharap penjabat kepala desa bisa menjaga situasi kondusif di desa yang dipimpin,” lanjutnya. (*)