PKK Jatim Gelar Workshop Untuk Kader Pokja I dan IV

23
TP PKK Provinsi Jatim menggelar workshop untuk kader Pokja I dan IV, Rabu (13/3). Foto: Ulviyatun Ni'mah/derapdesa.id

Pelantikan Arumi Emil Dardak sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jatim periode 2019-2024 tidak berarti membuat keanggotaan TP PKK Provinsi Jatim juga berganti. Hal ini disebabkan karena jabatan yang diemban anggota TP PKK Provinsi Jatim masih berlaku sampai Mei 2019.

Sebagai bentuk realisasi program kerja, Rabu (13/3) TP PKK Provinsi Jatim menggelar workshop untuk TP PKK kabupaten/kota se-Jatim, khususnya Pokja I dan IV. Workshop yang digelar di ruang pertemuan Bappeda Provinsi Jatim, Jl Pahlawan nomor 102-108 Surabaya ini diikuti sekitar 253 orang yang berasal dari perwakilan Pokja I dan IV TP PKK kabupaten/kota se-Jatim.

Acara yang bertajuk workshop peran pemberdayaan lansia, penanganan dan pencegahan stunting, serta sosialisasi peningkatan pemahaman pancasila bagi TP PKK kabupaten/kota tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak. Kepada para anggota dan kader PKK yang hadir Arumi mengatakan, tema pembahasan yang diangkat pada workshop kali ini adalah hal penting yang harus diketahui para kader sehingga PKK dapat memberikan yang terbaik pada masyarakat sekitar.

Istri Wagub Emil Dardak itu menggarisbawahi beberapa hal terkait acara tersebut. Pertama, sebagai bangsa Indonesia sudah selayaknya kader PKK dapat memahami pentingnya arti Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa. Kedua, Arumi menyampaikan bahwa saat ini nilai gotong royong telah mengalami pergeseran nilai di masyarakat. Dia memandang perlunya penggalian ulang tentang nilai-nilai luhur yang ada dalam budaya gotong royong.

“Mari kita mulai dari gerakan PKK sebagai ujung tombak dalam menerapkan budaya gotong royong di Jatim,” ajaknya.

Hal ketiga yang ditekankan Arumi adalah mengenai pentingnya kader untuk memiliki pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan stunting. Mulai dari pendataan hingga penyuluhan kepada masyarakat. Dengan memiliki pengetahuan tentang hal itu, akan ada keterpaduan antara PKK dengan komponen pelayanan kesehatan dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting.

“Pencegahan stunting di Jatim terus dilaksanakan. Salah satunya melalui Taman Posyandu. Taman Posyandu dinilai tepat mencegah stunting karena menerapkan konsep holistik integratif,” urainya.

Ketua TP PKK Jatim Arumi Emil Dardak memotong kue ulang tahun untuk memperingati HKG PKK ke-47. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Dalam acara ini juga dilaksanakan tiup lilin kue ulang tahun untuk memperingati hari kesatuan gerak PKK ke-47 yang diperingati setiap tanggal 4 Maret. Didampingi para anggota TP PKK Provinsi Jatim, Arumi berkesempatan meniup lilin dan memotong kue. Potongan kue pertama dan kedua diberikan kepada kader PKK yang berasal dari Pacitan dan Banyuwangi. (via)