Produk Anyaman Bambu Yang Bernilai Ekonomi Tinggi

92

Belum tuntasnya masalah pandemi covid-19 membuat warga kian terseok-seok. Namun juga tidak sedikit yang berusaha bangkit dan berkreasi

Pandemi covid-19 menghantam perekonomian masyarakat di segala bidang. Akibatnya banyak warga kehilangan mata pencaharian, salah satunya Sutikno, warga Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Sebelum adanya pandemi, dia sepenuhnya menggantungkan pekerjaannya sebagai gitaris salah satu orkes di wilayah tempat tinggalnya. Namun kini akibat covid, job manggung hampir tak pernah ada.

Agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Sutikno mencoba peluang bisnis di era pandemi ini. Dengan memanfaatkan bambu jawa serta bambu apus yang melimpah, ia sulap menjadi aneka macam handicraft yang menarik dan tetap menonjolkan kesan tradisional.

Keterampilan yang didapat secara otodidak, dan keahlian menganyam bambu, maka berbagai produk berhasil dibuatnya, antara lain tempat tisu, tempat air mineral kecil, lampu gantung, lampu duduk, lampu tempel, rantang isi 2 dan 3, serta nampan.

Baca Juga  Hasil Karya Juwito demi Budaya Bangsa

Menurut Sutikno, produk buatannya bisa bersaing dengan berbagai produk lain di pasaran karena unggul dari segi kualitas dan kuantitas, seperti dari sisi kerapian dan kehalusan bahan dasar.

Dia dalam sebulan mampu menghasilkan sekitar 100 produk anyaman bambu. “Kalau dirata-rata sekitar 100 buah, namun bisa kurang dan bisa lebih bergantung bentuk dan tingkat kerumitan dari pemesan. Kalau modelnya simpel bisa 100 lebih, tapi kalau banyak yang pesan model paling hanya sekitar 70 buah dalam sebulan,” katanya.

Sedangkan harga yang dibanderol cukup terjangkau, mulai Rp 35.000 ribu hingga Rp 65.000 ribu untuk tempat tisu, dan Rp 50.000 ribu sampai Rp 150.000 ribu untuk tempat lampu. Harga bervariasi bergantung dari tingkat kesulitan pembuatan.

Sutikno juga kerap menjadi narasumber pelatihan handicraft yang diadakan Dinas Sosial Kabupaten Kediri. “Bahkan rumah saya juga pernah dijadikan tempat pelatihan,” lanjutnya.

Baca Juga  Batik Warna Alam Jombang, Diminati Hingga Luar Negeri

Bentuk perhatian Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yakni membantu pemasaran dan mengikutkan karyanya dalam pameran produk-produk UMKM. (*)