Produksi Masker, Ungkit Ketahanan UMKM Banyuwangi

249

Kebutuhan masker saat ini meningkat akibat penyebaran virus corona atau Covid 19. Dalam kaitan ini, UMKM konveksi Banyuwangi memproduksi ribuan masker kain yang bisa dicuci ulang. Produksi masker kain ini pun diserbu  masyarakat di tengah kelangkaan masker standar kesehatan.

Salah satu UMKM konveksi yang memproduksi masker itu adalah Hady Konveksi, yang ada di Desa Jelun, Kecamatan Licin. Konveksi ini telah memproduksi 2000 masker yang laris diserbu pembeli.

Hady, pemilik konveksi, mengatakan, usaha miliknya mulai memproduksi masker pada dua minggu terakhir. Produksi masker ini dilakukan untuk menyiasati produksi kaos konveksinya yang turun drastis akibat dampak penyebaran virus corona.

“Biasanya kami memproduksi kaos yang dipesan toko oleh-oleh di sekitar Banyuwangi. Tapi sejak banyak toko yang tutup karena adanya corona, kami putar otak dengan memproduksi masker,” kata Hady.

Baca Juga  Pemerintah Kecamatan Sukapura Semprot Disinfektan di Tempat Ibadah

Masker produksinya dibuat dari bahan kaos. Dalam sehari bisa memproduksi hingga 300 masker.  Masker tersebut, lanjutnya, dijual Rp 5000 per- buah. Namun untuk reseller harganya bisa lebih murah lagi dengan pembelian minimum satu lusin.

Masker tersebut menurutnya sangat diminati masyarakat. “Setiap hari kami memproduksi bisa sampai 300 potong. Semua sudah ada yang mengambil, baik oleh konsumen langsung atau dijual lagi oleh reseller,” kata Hady.

Selain memproduksi masker, konveksi Hady menjadi salah satu UMKM yang digandeng pemerintah daerah untuk memproduksi pakaian APD bagi tenaga kesehatan. APD tersebut di bawah supervisi langsung Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Selain UMKM, Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi juga memproduksi ribuan masker kain yang dibagikan gratis ke warga. Kepala BLK Banyuwangi, Rusman, mengatakan, pembuatan masker oleh BLK untuk berpartisipasi dalam penanganan wabah virus corona.

Baca Juga  Batik Khas Kampung Pesilat Warnai Fashion Show

“Semua BLK di bawah UPTD Kemnaker diminta menghasilkan produk yang saat ini banyak dibutuhkan masyarakat tapi langka, seperti masker. Produksinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan daerah masing-masing,” kata Rusman.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker adalah bahan katun oxford. Bahan ini sendiri punya kelebihan cukup tebal tapi tetap nyaman dipakai. Sebelum diproses, bahan tersebut telah dicuci dan disterilkan lebih dulu.

“Meskipun ini bukan masker bedah, namun masker kain ini bisa meminimalisir penularan Covid 19. Minggu lalu sudah kami tuntaskan 2.000 masker, dan salah satunya kami serahkan ke Pemkab,” kata dia. (*)