Program Klinik Bumdesa Jatim Masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

92

SURABAYA- Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian, Tim Panel Independen akhirnya menetapkan Program Klinik Bumdesa Provinsi Jawa Timur sebagai Inovasi Pemerintah Provinsi yang berhasil menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 192/2020 tentang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovations 2020, yang diumumkan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Diah Natalisa, secara virtual Senin (27/7/2020).

Top 45 KIPP terdiri atas 7 inovasi dari kementerian, 5 inovasi lembaga, 7 inovasi dari pemerintah provinsi, 19 inovasi dari pemerintah kabupaten, serta pemerintah kota yang menyumbangkan 7 inovasi.

Selain Program Klinik Bumdesa dari Jawa Timur, ada 3 inovasi lain yang masuk top 45 KIPP 2020, kategori inovasi kabupaten dan kota, yakni Program Sepasar Pedas dari Kota Malang, Program Gayatri dari Kota Mojokerto, dan Program Rumahku SIP dari Kabupaten Gresik.

Baca Juga  Antisipasi Virus Corona, Anggota DPR-RI Bentuk Satgas Anti Covid-19 Tim EBY

“Khusus untuk pemerintah daerah, peraih Top 45 akan diberikan Dana Intensif Daerah (DID) 2021,” kata Diah.

Diah mengungkapkan, predikat Top 45 dan pemenang pada KIPP sesungguhnya bukanlah tujuan akhir dari sebuah inovasi. “KIPP hanya merupakan sarana untuk menjaring, mendokumentasikan, dan mempromosikan inovasi, saling berbagi dan tukar pengetahuan, serta untuk memotivasi penyelenggaraan layanan publik,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim, Mohamad Yasin langsung mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan yang dicapai Program Klinik Bumdesa dalam KIPP 2020.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, sekdaprov Jawa Timur, sahabat desa dan seluruh pengelola Bumdesa se-Jawa Timur. “Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” kata Yasin di kantornya, Selasa (28/7/2020).

Ia lalu menegaskan, bahwa Klinik Bumdesa merupakan implementasi Program Jatim Berdaya dalam Nawa Bhakti Satya yang menjadi Visi Misi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak.

Baca Juga  2019, Dana Desa Jatim Tembus Rp 7,4 Triliun

“Inovasi ini merupakan pendekatan paripurna dalam pembinaan Bumdesa sebagai penggerak perekonomian perdesaan untuk percepatan penurunan kemiskinan perdesaan,” jelasnya.

Selama kurun Mei 2019 hingga Juni 2020, menurutnya, telah terjadi peningkatan jumlah Bumdesa dengan klasifikasi Maju sebanyak 175 unit, dari 58 unit menjadi 233 unit.

Peningkatan jumlah yang lebih besar juga terjadi pada Bumdesa dengan klasifikasi Berkembang sebanyak 1.725 unit, dari 355 unit menjadi 2.080 unit.

Klinik Bumdesa, lanjutnya, juga mampu mewujudkan sinergitas pentahelix dalam pembinaan Bumdesa. Di antaranya berupa kerjasama dengan PT HM Sampoerna (20 unit Bumdesa), PT Pos Indonesia (371 unit Bumdesa), Bank BNI 46 (1.341 Bumdesa), PT Mitra Bumdesa Nusantara (2 unit Bumdesa), Bank UMKM Jatim (1 unit Bumdesa), PT Pertamina (pendirian pertashop di 14 Bumdesa), dan platform jual beli online Tokopedia (3 Bumdesa).

Baca Juga  2018, Dana Desa di Separoh Daerah di Jatim Merosot

Selain itu, Klinik Bumdesa saat ini juga telah memberikan peningkatan kapasitas kepada 1.145 orang pengelola Bumdesa melalui pembelajaran secara online, salah satunya dengan cara diskusi interaktif yang diasuh pengampu atau tenaga ahli Klinik Bumdesa. (*)