Puji Pujon Kidul, Arumi Juga ‘Pasarkan’ Galeri Dekranasda

62

Ketua TP PKK Prov Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang. Dalam kunjungan kerja (kunker) itu dia diterima Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Ajis Zaida Sanusi (12/2).

Kunjungan spesial itu sebagai bagian dari upaya terus menerus dan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menangani stunting. Pemprov Jatim mengerahkan berbagai elemen agar bisa menurunkan angka stunting di Jatim.

Termasuk TP PKK Jatim yang senantiasa gencar melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menangani kasus stunting. Kali ini, Arumi dan rombongan melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon.

Istri Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak ini juga mengunjungi Cafe Sawah Pujon Kidul yang hits dan Galeri Dekranasda Kabupaten Malang yang berada di komplek Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Baca Juga  Bupati Malang Cek dan Pantau Kecamatan Dau

Menurut Arumi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau yang biasa disebut pendek.

“Penyebab stunting yakni pola asuh, pola makan, dan pola hidup bersih yang kurang baik. Evaluasinya hingga kini masalah stunting masih ada, karena bermulanya juga dari angka yang tidak rendah, atau maksudnya masih lumayan,” kata Arumi.

Ia melanjutkan, Pemkab Malang konsisten memberikan banyak intervensi, dan itu yang diharapkan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim. “Hari ini, kita bawa beras bernutrisi dan bervitamin, yang banyak disosialisasikan Pemkab Malang. Ditargetkan bisa dikonsumsikan dengan prioritas pada ibu hamil,” lanjut Arumi didampingi Hj Anis Zaida.

Ketua TP PKK Jatim ini menegaskan, di mana ada kemiskinan, kemungkinan stunting itu juga pasti akan tinggi, seperti gerakan yang susah dipisahkan. Untuk Kabupaten Malang dengan wilayahnya yang luas, Arumi berharap, seluruh masyarakat dan kepala desa yang ada di Kabupaten Malang bisa mencontoh Desa Pujon Kidul. Mulai dari kesadaran kepala desa memanfaatkan BUMDes, hingga semangat masyarakat.

Baca Juga  Tuntaskan Stunting dengan Gotong Royong

”Langkah itu yang paling mengena dan dirasakan langsung peningkatan ekonomi masyarakatnya. Kepala Desa itu sebenarnya paling pintar dan mengetahui potensi wilayahnya masing-masing. Jadi tinggal dimotivasi dan Pemkab Malang tinggal memfasilitasi,” harap Arumi.

Perempuan ramah ini juga memuji dan merasa senang dengan keberadaan Galeri Dekranasda Kabupaten Malang, karena lengkap dan mewadahi UKM di kabupaten ini. Galeri ini dinilai mampu men-display barang dan hasil olahan UKM. Pemkab Malang juga memfasilitasi sertifikasi halal, PIRT dan DPOM secara gratis bagi UKM dan IKM.

Harapannya, Galeri Dekranasda ini mampu menjadi satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh UKM dan masyarakat agar bisa lebih baik lagi. “Pemprov Jatim juga sedang menggodok program terkait apa yang sudah difasilitasi oleh kota/kabupaten yang sudah bagus, diserahkan ke Pemprov Jatim agar UKM ini bisa melangkah lebih jauh,” ujar Arumi.

Baca Juga  Ayo ke Posyandu, Februari Adalah Bulan Timbang

Termasuk, intervensi dan fasilitasi dengan memberikan pendidikan pemasaran. Contohnya, Arumi tidak suka keripik pisang coklat, namun ini tadi justru sangat suka dengan hasil olahannya. “Enak beneran rasanya,” katanya.

Ia melanjutkan, wilayah Kabupaten Malang ini sangat luas, kalau misalnya ada yang mencari topeng harus ke satu desa A atau tertentu, itu sama saja membuang waktu. “Sehingga bisa dikumpulkan dan di-display. Untuk turis atau wisatawan yang mencari satu tempat dan dapat semua, ya ada di Galeri Dekranasda. Datang ke sini ya,” ujar Arumi. (*)