Rakor BWPS, Khofifah Usul Bupati di Madura Dilibatkan

66
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika dalam agenda Rapat Koordinasi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Selasa (14/5). Foto : istimewa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Selasa (14/5). Rapat yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Gd. Ali Wardhana, Jl Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta Pusat itu membahas tentang Pemilihan Kepala Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura.

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah secara khusus mengusulkan agar para bupati se-Madura  bisa dilibatkan dalam kepengurusan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Hal itu bukannya tanpa alasan, mengingat kepala daerah itu menjadi bagian dalam proses pengembangan wilayahnya.

“Mereka menjadi bagian yang ikut berproses. Kemudian Menteri PUPR juga mengusulkan ada Ulama Madura untuk ikut terlibat dalam proses kelembagaan. Lembaga nanti apa namanya BPWS atau BPWM, dan seterusnya,” ungkap Khofifah.

Ia berharap agar para bupati bisa diajak berpartisipasi. Lantaran nantinya dengan kebijakan tersebut, mereka dapat mengetahui apa yang tengah dilakukan BPWS di daerahnya.

“Mereka (bupati) juga punya ide besar untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri garam. KEK industri garam itu di Sampang, Pamekasan, atau di Sumenep? Nah itu kan kalau misalnya in line dengan seluruh program strategis BPWS, lebih enak,” tambahnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga mengusulkan pembangunan Islamic Science Park. Persisnya, pembangunan itu direncanakan berlokasi di kaki Suramadu sisi Madura, dengan komposisi 20 persen edukasi, 30 persen kesenian, dan 50 persen hiburan. Sementara luasnya sendiri diperkirakan sebesar 101 hektar.

“Islamic Science Park diharapkan bisa menjadi program strategis nasional (PSN). Ini kalau menjadi PSN akan lebih cepat pengembangannya. Dari segi detail plan-nya sudah rampung,” harap gubernur perempuan pertama Jatim tersebut.

Ia menambahkan, selain itu pihaknya juga tengah melakukan kritalisasi potensi wisata di Madura. Langkah itu nantinya diharapkan bisa memperlancar akses menuju ke sana.

“Banyak sekali infrastruktur yang disupport agar bisa menjadi destinasi wisata internasional. Kemudian ada Gili Labak ada potensi lebih indah dari Raja Ampat, namun memerlukan akses ke sana perlu disupport,” tambahnya.

Sedangkan Menteri Basuki Hadimuljono, di depan awak media mengatakan rapat yang digelar membahas tentang sumber daya yang bisa dikembangkan di Madura. Itu antara lain mengenai sektor pariwisata dan perkebunan, terutama potensi tebu. Menurutnya, pembangunan tersebut nantinya tidak hanya diberlakukan di kawasan Suramadu saja, melainkan menyasar daerah paling ujung dari Madura, Sumenep.

Untuk itu pihaknya diberi tenggat untuk segera merampungkan rencana tersebut. “Ini disepakati tadi. Kami diberi waktu seminggu oleh Pak Menko, saya bersama Bu Gubernur untuk mendesain kelembagaannya lagi. Merevitalisasi untuk bisa lebih maju ke depan,” pungkasnya. (rid, hms)