Rangkul Milenial, Arumi Kenalkan PKK ke Mahasiswa

56

ANAK muda yang juga kerap disebut milenial memiliki potensi besar untuk memajukan pembangunan. Karena itulah, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak mengenalkan PKK kepada milenial peserta seminar nasional ‘Digital Marketing’ yang diadakan di auditorium G2 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (27/4).

Dalam acara yang diikuti mahasiswa dari berbagai daerah di Jatim itu, Arumi menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan PKK. Mulai dari pengertian, visi dan misi, 10 program pokok PKK, hingga keunggulan TP PKK. Para mahasiswa yang hadir pun tampak menyimak penjelasan Arumi dengan seksama.

Terkait dengan tema seminar naisonal, Arumi menerangkan bahwa PKK juga menggerakkan ekonomi produktif berupa pengelolaan koperasi dan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK. “UP2K-PKK merupakan program prioritas sejak tahun 1985. Kini ada 8.601 poksus (kelompok khusus) UP2K-PKK yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim,” ungkap Arumi.

Istri Wagub Jatim Emil Dardak itu mengatakan, UP2K-PKK memiliki banyak manfaat. Antara lain, menambah pendapatan keluarga, mencukupi kebutuhan keluarga, meningkatkan keterampilan keluarga, menambah kesejahteraan keluarga, dan menciptakan lapangan kerja.

Saat ini, PKK Provinsi Jatim berupaya mengembangkan UP2K-PKK, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan market place Bukalapak. Arumi menuturkan, saat ini Pemprov Jatim telah menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan Bukalapak untuk pengembangan dan promosi produk unggulan Jatim.

“Kerja sama yang dilakukan Pemprov Jatim dan Bukalapak berupa bridging IKM (Industri Kecil Menengah) dengan market place dan penguatan UKM (Usaha Kecil Menengah) ritel atau toko kelontong,” kata Arumi.

Dirinya menerangkan, terdapat 1.294 IKM yang menjadi pilot project dengan sasaran sebanyak 270 ribu IKM yang mengikuti program bridging IKM antara Pemprov Jatim dan Bukalapak.

Sementara itu, Ketua Panitia Dwi Padmasari mengaku, sengaja mengundang Ketua PKK Jatim Arumi untuk mendobrak kaum milenial agar selalu update dalam dunia digital marketing. Kaum muda juga dianggap perlu mengenal dunia PKK agar tidak ketinggalan.

Satu hal yang perlu diingat, kata mahasiswa jurusan manajemen itu, ialah soal riset. “Kalau kita mau membuka perusahaan atau usaha apapun, namun tidak melakukan riset dulu, nanti dampak buruknya akan berlanjut,” tuturnya.

Ia mencontohkan, dalam membuat produk sebaiknya perlu perencanaan yang matang. Mulai; produknya apa, produk itu di luar seperti apa, peminatnya bagaimana dan pesaingnya siapa saja.

“Setidaknya peserta yang hadir atau semua kaum milenial ini bisa mengetahui bagaimana digital marketing di era revolusi yang sekarang ini,” harapnya. (via, fan)