Rawat Kualitas Lingkungan, Tak Pernah Sepi Penghargaan

198

Prestasi demi prestasi seolah terus mewarnai kinerja Gubernur Jatim Pakde Karwo di sektor lingkungan hidup. Bahkan menjelang berakhirnya masa jabatan dua periode, Pakde Karwo masih menerima lagi penghargaan peringkat pertama Nirwasita Tantra 2018.

Tak pernah sepi dari prestasi. Mungkin gambaran itu bisa mewakili kinerja Pakde Karwo di sektor lingkungan hidup dalam satu dekade terakhir. Betapa tidak, hingga di penghujung masa jabatannya, Pakde Karwo masih menerima penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup.

Penghargaan bergengsi itu diraih lantaran Pakde dinilai berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan. Lebih dari itu Pakde juga dinilai terus berinovasi sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Sebelumnya, penghargaan peringkat pertama Nirwasita Tantra Award juga pernah diraih tahun 2016. Penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup kepada kepala daerah itu diterima Pakde Karwo di halaman Istana Kabupaten Siak, Riau, pada 23 Juli 2016. Setahun berikutnya, juga mendapatkan trofi yang sama dari Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta, 2 Agustus 2017.

Berdasar rekap jumlah penghargaan yang diterima sejak tahun 2009, sedikitnya gubernur asal Madiun ini telah mampu meraih 12 penghargaan pada kinerja bidang lingkungan hidup. Di antaranya, Indonesia Green Region Award (IGRA) 2010, penghargaan daerah SLHD (Status Lingkungan Hidup Daerah) pada 7 Juni 2011 dan setahun berikutnya mendapatkan penghargaan serupa dari Presiden RI yang diserahkan di Istana Negara Jakarta, 5 Juni 2012.


Kecuali itu, ada juga juara I penanaman satu miliar pohon tingkat nasional bidang hasil capaian tanam pohon yang diterima dari Presiden RI di Bogor, dan penghargaan serupa yang diterima dari Presiden RI di Hutan Kota Bandara Soetta, 29 November 2012. Tahun 2013, Jatim juga memperoleh yang sama pada 25 November 2013 di Bali.Yang cukup monumental, Jatim juga pernah meraih juara umum Lomba Wana Lestari 2015 bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Ya, selama dua periode memimpin Pemprov Jatim, Pakde Karwo seolah tak pernah absen berinovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Terutama di masa depan melalui peningkatan kemampuan kapasitas lingkungan menjadi lebih baik.

Berbagai isu pencemaran lingkungan yang ada di Provinsi Jatim seperti penurunan kualitas air dan pengelolaan sampah dan limbah B3, terus mendapat perhatian serius. Buktinya dengan adanya patroli air terpadu dengan menggandeng langsung pihak kepolisian, LSM, dan Dinas Lingkungan Hidup di kab/kota yang rutin melakukan patroli seminggu sekali di daerah-daerah yang dicurigai memiliki potensi limbah besar.

Berdasar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Jatim tahun 2017, diperoleh gambaran pencapaian kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Jatim. Capaian ini meliputi Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 52,77.

Kemudian Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 85,49, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sebesar 62,02. Dari data itu, diperoleh nilai IKLH sebesar 66,29 (kategori cukup baik) melebihi target RPJMD (64,0 – 65,5).

Pemprov Jatim juga mendesain peningkatan kualitas lingkungan dengan cara membagi zona upah tenaga kerja. Melalui pembagian tersebut diharapkan pabrik dan industri di Jatim tidak berkumpul di satu wilayah saja. Dengan demikian, polusi udara dan limbah yang dihasilkan tidak terlalu besar dalam satu wilayah. Melalui upaya ini diharapkan pengawasan dan pengelolaan limbah menjadi lebih baik dan maksimal.

Terkait tata guna lahan dan hutan, Pemprov Jatim juga terus berupaya merehabilitasi lahan kritis seluas 12 Ha di luar kawasan hutan dan rehabilitasi kawasan hutan seluas 10.326 Ha. Melakukan konservasi kawasan hutan sebesar 10.300 Ha.

Juga, melakukan penghijauan seluas 157.726,55 Ha dengan jumlah pohon yang ditanam 78.863.277 buah. Serta melakukan penghijauan melalui ruang terbuka hijau (hutan kota) di kab/kota seluas 106.131,07 Ha dengan rasio RTH 19,55. (edt, ins)