Relaksasi Diri di Wana Wisata Alam Kandung

1195

Untuk relaksasi diri dan sejenak keluar dari kemelut rutinitas dan polusi. Anda bisa memilih Wana Wisata Alam Kandung Desa Tanen Kec. Rejotangan Kabupaten Tulungagung sebagai alternatif pilihan paling pas. Tak hanya menyajikan air terjun yang meneduhkan, wisata ini juga menyediakan area game alam seperti flying fox. Seperti apa?

Wana Wisata Alam Kandung berada di hutan, terletak di Desa Tanen Kec. Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Sekitar 25 Km dari pusat Kota Tulungagung dan sekitar 30 Km dari Blitar, atau bisa ditempuh dalam waktu 60 menit untuk mencapai lokasi.

Akses menuju lokasi cukup mudah, meskipun belum tersentuh angkutan umum. Sehingga jika ingin berkunjung, pengunjung lebih baik menggunakan kendaraan pribadi. Untuk menuju lokasi pengunjung harus melewati hutan dan jalanan menanjak yang licin jika hujan. Hal tersebut sepadan dengan pemandangan yang disuguhkan. Meskipun cukup lebat, hutan tersebut ditumbuhi banyak bunga anggrek yang cantik. Sehingga sambil berjalan menuju lokasi, pengunjung bisa menikmati panorama tersebut.

Baca Juga  Kampung Perahu, Destinasi Wisata Baru

Untuk berekreasi di Wana Wisata Alam Kandung, pengunjung tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Hanya dengan Rp 6 ribu pengunjung bisa leluasa masuk menikmati air terjun, dan Rp 3 ribu untuk biaya parkir. Wana Wisata tersebut dibuka mulai jam 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Aliran air terjun ini memang tidak terlalu deras, tapi jernihnya air dan keindahan tebing di sini akan membuat suasana semakin menyenagkan. Pengujung akan merasakan kesejukan dari air yang jernih dan alami mengalir dari atas tebing, bahkan pengunjung juga bisa mandi di bagian bawah dari air terjun tersebut. Banyak anak-anak sekitar menghabiskan waktu dengan berenang di air terjun alas kandung tersebut. Mulai dari berenang atau bahkan melompat dari bebatuan yang ada di sekitar air terjun, kedalaman air yang mencapai 4 sampai 6 meter sangat aman jika pengunjung ingin mencoba melompat dari bebatuan yang ada di sekitar air terjun tersebut.

Baca Juga  Berkembang Berkat Sentuhan Potensi Wisata

Diberi nama Wana Wisata Alam Kandung, dengan landasan filosofis untuk menggabungkan dua unsur wisata, yaitu alam dan buatan. Unsur alamnya yang telah tersedia di area seluas 32 hektar tersebut, yang diantaranya terdapat air terjun, sungai, hutan cemara dan bunga anggrek. Untuk unsur buatannya diantaranya ada perosotan yang sengaja dibuat untuk menambah keasikan di lokasi wisata serta wahana flying fox. Dengan memainkan wahana flying fox, pengunjung bisa melihat keseluruhan lokasi wisata dari atas. Untuk menikmati wahana flying fox pengunjung harus merogoh kantong sebesar Rp 15 ribu, harga tersebut tidak mahal untuk memberikan kepuasan berekreasi.

“Jumlah pengunjung rata-rata sekitar 500 per minggu, yang paling ramai di hari sabtu dan minggu”, tutur Makrus, ketua LMDH Desa Tanen Kec. Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

Pengunjung yang datang ada yang dari dalam maupun luar kota, seperti Blitar, Kediri, Nganjuk dan Trenggalek. Siswa-siswi SD atau SMP di Desa Tanen juga sering berkunjung selepas pulang sekolah untuk bermain dan berlatih Pramuka. Banyaknya pengunjung tidak hanya memberikan keuntungan terhadap pengelola tetapi juga kerugian. Karena banyak diantara pengunjung yang kurang teredukasi membuang sampah pada tempatnya.(rni)