Respon Laka KM Amin Jaya, Gubernur Khofifah Perintahkan OPD Turun Tangan

37
Khofifah Indar Parawansa ketika meninjau pembangunan pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Nasib naas menimpa kapal motor (KM) Amin Jaya yang melakukan pelayaran di perairan Pulau Giliiyang, Sumenep.  Akibat cuaca buruk, kapal berpenumpang 43 orang itu terbalik dan menyebabkan dua orang tewas, 11 hilang, serta 30 penumpang lainnya selamat. Kejadian itu sendiri berlangsung Senin (17/6) sore.

Merespon hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar lantas bergerak cepat. Ia memerintahkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari data dan informasi lengkap, serta melakukan penangan darurat atas kejadian tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, pasca mendengar kejadian tersebut Khofifah langsung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bakorwil Pamekasan,dan Biro Kessos Pemprov Jatim untuk menangani kasus tersebut.

Kelima OPD tersebut, lanjut Aries, diminta untuk memantau langsung keadaan di lapangan. Serta memberikan laporan kepada Mantan Menteri Sosial RI tersebut.

“Ibu gubernur perintahkan OPD tersebut untuk terlibat secara cepat dan aktif bersama-sama aparat terkait, di lapangan,” kata Aries.

Ia menambahkan, dalam kondisi sekarang, penting sekali memeroleh data akurat mengenai kondisi dan perkembangan terkini korban. Sebab, nantinya bisa dilakukan langkah yang tepat dalam penanganan korban.

“Pemerintah daerah setempat diminta juga untuk saling berkoordinasi secara serius dalam pencarian korban, bersama Basarnas dan OPD Pemprov. Jatim,” jelasnya.

Sebagai informasi terkini, pihak BPBD Sumenep telah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar Kalianget dan Polres Sumenep untuk pencarian korban hilang. Dalam rilis terbaru, sebanyak 10 personil BPDB Sumenep dan satu kapal BASARNAS, KM Widura, telah diterjunkan dalam proses pencarian.

Sementara, terkait kronologi peristiwa tersebut, Pusdalop BPDB Prov. Jatim menerangkan kecelakaan terjadi disebabkan oleh gelombang tinggi. Semula, kapal berangkat dari Pulau Gowa Gowa pada pukul 15.10 WIB menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Namun, sekitar 20 menit usai kapal berangkat, dilaporkan terjadi cuaca buruk disertai gelombang tinggi di bagian selatan Pulau Giliiyang. Hal tersebut menjadikan kapal terbalik, dan mengakibatkan puluhan penumpang yang sebagian besar merupakan rombongan pekerja dari Pulau Gowa Gowa menjadi korban. (frd, hms)