Reyog Ponorogo Tampil di Belanda, Bupati Ipong Ingin Reyog Berkembang di Eropa

418

DEN HAAG, BELANDA – Alunan musik reyog yang terdengar mengalun kencang dan riuh serta tari-tarian dari para seniman reyog menjadi paling ngetop dan memukau para pengunjung di hari kedua Embassy Festival 2019.

Dalam hitungan beberapa detik area di sekitaran panggung Creative Arena langsung dijejali ratusan pengunjung yang berasal dari berbagai negara. Decak kagum terus terdengar dari para penonton yang beramai-ramai mengangkat kamera dan telepon genggam untuk mengabadikan momen langka tersebut.

Di hari kedua Embassy Festival 2019 ini, kontingen kesenian Reyog diberi kesempatan untuk berparade di sepanjang area pusat perbelanjaan paling popular di Kota Den Haag, Den Haag Centrum menuju kawasan event Embassy Festival 2019.

Wakil Duta Besar RI, Fikri Cassidy mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Ponorogo yang telah bersedia datang bersama rombongan untuk mengikuti Embassy Festival tahun ini. Pihaknya yakin dengan kesuksesan penampilan Reyog dua hari ini, Indonesia akan menjadi negara yang paling ditunggu penampilannya pada event-event ke depan di Belanda.

Baca Juga  Anwar Sanusi Bangga Desa Tatung Sulap Diri Jadi Desa Wisata Kebanggaan Ponorogo

“Kami sangat berterima kasih, karena dibandingkan dengan embassy-embassy (kedutaan, red) yang lain, kelihatan sekali kita bukan saja paling siap dan berbeda tapi lebih wah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muchlissoni mengatakan pihaknya ingin kesenian reyog diajarkan di beberapa sekolah-sekolah yang ada di Belanda. Sehingga diharapkan dalam 5 tahun mendatang, reyog dapat dimainkan oleh warga Belanda.

“Salah satu tujuan kami ke Belanda ini selain memenuhi undangan dari KBRI, kami ingin mengajarkan kesenian reyog di Belanda,” ungkap Bupati Ipong Muchlissoni melalui sambungan telepon, Senin (9/9/2019).

Ipong juga berharap Belanda bisa menjadi tempat berkembangnya kesenian reyog di Eropa. (nur)