Cari Solusi Harga Ikan Anjlok, Khofifah Kunjungi Perusahaan Cold Storage

59
Pemprov Jatim bergerak cepat mencari solusi untuk mengatasi harga ikan bandeng yang anjlok. Usai melakukan inspeksi mendadak di pasar ikan Lamongan, hari ini, Jumat (14/6) Khofifah melakukan peninjauan di PT Dimas Reiza Perwira, Rungkut Industri III No. 34 Surabaya, perusahaan yang bergerak dalam pengolahan ikan bandeng.

Berdiri di lahan seluas 3.000 m2, perusahaan ini mengekspor ikan bandeng ke beberapa negara, di antaranya China, Korea, dan Taiwan. Setiap hari perusahaan ini bisa memproduksi bandeng tanpa duri sebanyak 1 ton/hari, patin fillet 5 ton/hari, dan bandeng umpan 15 hingga 20 ton/hari. Setiap bulannya, perusahaan ini sanggup mengekspor 7-15 kontainer atau setara 175-350 ton/bulan.

Khofifah menjelaskan, beberapa waktu lalu beberapa daerah mengeluhkan harga bandeng yang sangat murah. Identifikasi awal adalah banyak wilayah yang membutuhkan cold storage untuk menyimpan bandeng yang sudah dipanen. Namun, setelah ditelusuri penyebab utama harga anjlok adalah over supply.

Khofifah menyebut, hal itu merupakan indikasi kurangnya komunikasi antara petani bandeng dengan perusahaan. Perusahaan menjadi sumber utama penyerap bandeng para petani. Sebagian besar perusahaan tersebut buka pada hari Rabu, sedangkan para petani memanennya pada hari Minggu.

“Apabila para petani mendapatkan info dan mau menahan beberapa hari untuk memanen bandeng, maka tidak akan terjadi over supply yang menyebabkan harga bandeng anjlok,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Khofifah meminta agar ada langkah antisipasi lebih lanjut tentang pentingnya komunikasi secara efektif dan intensif antara pemerintah daerah dan para petani bandeng. Disperindag Jatim harus berkomunikasi dengan para pengepul dan petani sehingga masa panen tambak yang tepat bisa terkonfirmasi.

“Petani bandeng juga harus mengantisipasi perubahan iklim yang bergerak tidak terduga. Musim kemarau dan hujan bisa berganti sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, masa tabur benih harus diperhatikan,” pesannya. (uul, hms)