Sarat Prestasi Jadi Alasan TP PKK Malut Kunjungi TP PKK Jatim

164
TP PKK Jatim menerima kunjungan kerja TP PKK Malut di Kantor PKK, Jl, Gayung Kebonsari No. 56 A Surabaya. Foto : Ahmad Farid/ derapdesa.id

Senin, 22 April 2019 menjadi hari istimewa Tim Penggerak (TP) PKK Jatim. Pasalnya, sebanyak 43 orang dari rombongan TP PKK Provinsi Maluku Utara (Malut) bertandang ke kantor PKK Jatim untuk melakukan serangkaian kunjungan kerja. Hal itu lantas disambut oleh Ketua TP PKK Prov Jatim Arumi Emil Dardak dan beberapa pengurus.

Dengan antusias, Arumi berterima kasih atas agenda kunjungan tersebut. Sebab kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan berharga bagi kedua belah pihak untuk saling belajar. Perempuan yang juga istri Wagub Jatim tersebut memersilakan rombongan TP PKK Malut untuk memelajari segala jenis inovasi dan prestasi yang telah dicapai oleh TP PKK Jatim.

“Setiap provinsi pasti memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Sama halnya di Provinsi Jawa Timur yang juga memiliki kabupaten-kabupaten yang inovatif, salah satu contohnya di Kabupaten Bojonegoro,” terang mantan Ketua TP PKK Kab Trenggalek tersebut.

Menurut dia, beberapa daerah di Jatim memiliki keunggulan masing-masing di kancah nasional. Misalnya di Kabupaten Bojonegoro, mempunyai sistem administrasi yang sangat baik. Serta Kabupaten Malang dan Blitar yang masing-masing memiliki potensi berupa Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan juga program Halaman Asri Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK.

Sehingga keunggulan tersebut bisa diakomodir dan dikembangkan oleh TP PKK Malut. Kendati demikian, Arumi juga memersilakan segenap rombongan untuk memeriksa dan memberikan penilaian dari hasil kunjungan. Sebab hal itu bisa menjadi masukan berharga untuk kemajuan TP PKK di Jatim.

“Kami juga terbuka jika PKK Malut ingin mengecek program-program kami yang lain, terutama program yang ada di kabupaten yang lain untuk bisa sharing,” tambahnya.

Salah satu pengurus TP PKK Jatim menunjukan mekanisme pengarsipan kepada rombongan TP PKK Malut. Foto: Ahmad Farid/ derapdesa.id

Selanjutnya, Arumi menyadari kondisi geografis di Jatim dan Malut secara garis besar memiliki persamaan, yakni dipenuhi banyak wilayah kepulauan. Sehingga menurutnya, tidak semua kebijakan di Jatim cocok untuk diterapkan di Malut. Namun ia menekankan, rentang jarak di masing-masing wilayah bisa diatasi dengan pola komunikasi efektif.

“Masalah jarak yang ada di setiap daerah kepulauan di Jatim bisa teratasi oleh komunikasi yang baik. Sehingga, informasi yang dibutuhkan sampai kepada daerah kepulauan,” imbuhnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Prov. Malut Hj. Faoniah Djaohar Kasuba menegaskan tujuan utama dipilihnya Jatim sebagai tempat kunjungan kerja. Menurut wanita yang telah memimpin TP PKK Prov. Malut sejak tahun 2015 lalu itu, Jatim memiliki prestasi dan inovasi di tingkat nasional. Sehingga hal tersebut cocok sebagai wahana belajar oleh TP PKK yang dipimpinnya.

“Maluku Utara itu bisa dikatakan provinsi yang baru jadi kita ke sini ingin melihat kemajuan dan perkembangan yang paling bagus. Kita ingin belajar dari Jatim, pengalaman apa saja yang kita bisa bawa ke Maluku Utara,” pungkasnya. (p-07)