Sarat Rasa Kemanusiaan, Bude Karwo Sebut YKI Jauh dari Kata Komersil

132

Usai mengunjungi sejumlah penyintas kanker di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Senin (4/2), Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jatim, Dra Hj Nina Soekarwo MSi menggelar acara pamitan dengan pengurus YKI Jatim di Gedung Grahadi, Surabaya.

Bersama Gubernur Jatim Pakde Karwo, wanita yang akrab disapa Bude Karwo ini mengapresiasi sekaligus memberi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan YKI Jatim, terutama Pakde Karwo.

Selama ini, gubernur asal Madiun ini memang dinilai berperan besar dalam mendukung kegiatan YKI untuk mengatasi problematika penyakit kanker di Jatim. “Saya ditugasi teman-teman YKI Jatim untuk menyampaikan terima kasih kepada Mas Karwo yang selama ini men-support kita,” katanya sembari disambut applaus meriah hadirin.

Namun Bude juga mengaku prihatin dengan perkembangan jumlah penderita penyakit kanker yang terus melonjak. Jika dulu penderita yang datang ke rumah sakit berjumlah antara 70 hingga 80 persen, sekarang menyentuh angka 90 persen.

Karena itu, Bude Karwo mengajak semua pihak untuk turut memberi dorongan kepada para penderita kanker agar bisa sembuh sehingga jumlah penderita kanker bisa berkurang. Caranya, melalui tiga hal, yakni promoting, preventing, dan supporting.

Bude juga mengungkapkan, selama ini upaya YKI dalam mengentaskan masalah kanker selalu mengedepankan rasa kemanusiaan. Salah satunya terbukti dengan banyaknya pengurus YKI yang sekaligus berperan sebagai donatur. “Jadi di sini, kegiatan ini jauh dari kata-kata komersil,” tambah Bude Karwo yang tak kuasa menahan haru.

Sementara, dalam memberikan kesannya terhadap YKI, Pakde Karwo mengaku terharu dengan pengorbanan semua pihak. Bahkan, pria asal Madiun itu terlebih dulu menyeka kedua matanya sebelum melanjutkan kata sambutan. “Saya terus terang ikut haru untuk urusan kemanusiaan dan cinta,” katanya di depan segenap undangan.

Terkait upaya penanganan masalah kesehatan di Jatim, Pakde teringat akan program pertamanya. Kala itu, bersama sang istri, dia datang ke desa-desa demi mengetahui lebih rinci permasalahan kesehatan. Dia menemukan berbagai keluhan penyakit, seperti gizi buruk, DB dan lain-lain.

Pakde juga mengisahkan, komitmennya terhadap bidang kesehatan tidak bisa dilepaskan dari peran Bude Karwo. Menurutnya, dari Bude dia banyak belajar sekaligus memberi perhatian lebih di dunia kesehatan. “Saya sebenarnya terus diprovokasi oleh istri saya, tetapi atas dasar cinta. Kalau mau memajukan Jatim, kesehatan harus diurus,” katanya.

Terakhir, Pakde kembali berterima kasih atas dorongan semua pihak yang telah membuatnya perhatian pada dunia kesehatan. Sebab upaya itu menjadikannya lebih berperikemanusiaan. “Terima kasih, karena menjadikan manusia dibanding sebelumnya,” pungkasnya. (dd-07)