Satu Dekade Jatim Fair, Khofifah Berharap Tarik 125 Ribu Pengunjung

75
Pembukaan Jatim Fair 2019 ditandai dengan pemukulan perkusi khas Jatim.

Memperingati Hari Jadi Provinsi Jatim ke-74, Pemprov Jatim kembali menggelar Jatim Fair. Tahun ini, pameran terbesar di wilayah Indonesia timur ini digelar untuk ke-10 kalinya. Sebagai penanda mulainya pameran, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Jatim Fair di ballroom Grand City Surabaya, Selasa (8/10/2019).

Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Sekdaprov Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Wakil Ketua DPRD Jatim, bupati/walikota se-Jatim, dan ratusan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengatakan, Jatim Fair merupakan pameran terbesar di wilayah Indonesia timur. Dia berharap, ketika ibukota Indonesia pindah, pameran ini bisa menjadi pameran terbesar di Indonesia. Jatim Fair tahun ini diikuti 540 stan yang berasal dari Jatim, provinsi lain, bahkan dari luar negeri.

“Jatim Fair menjadi forum bisnis yang mempertemukan antara produsen dan juga pembeli. Tidak hanya dari Jatim, namun juga dari luar provinsi, luar pulau, serta manca negara dengan berbagai latar belakang,” ujarnya.

Khofifah berharap, gelaran Jatim Fair dapat membukukan transaksi sebesar Rp 100 miliar dan menarik lebih dari 125 ribu pengunjung. Target ini bukan hal yang mustahil. Pasalnya, Jatim Fair menampilkan berbagai macam komoditas unggulan, mulai dari handycraft hingga otomatif. Acara ini juga diramaikan dengan seminar internasional, talkshow, hingga penampilan dari musisi papan atas, seperti band Padi, Naif, Sheila on 7, Tipe-X, dan Tulus.

Mantan Menteri Sosial itu juga memberikan paparan terkait pertumbuhan ekonomi Jatim dan tingkat kemiskinan Jatim. Saat ini pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,72 persen. Sedangkan tingkat kemiskinan di Jatim cukup tinggi, yaitu 10,37 persen, selisih 0,96 dengan angka kemiskinan nasional.

“Jika semua kondusif dan ekonomi inklusif, 0,96 itu tidak berat jika kita semua bergandengan tangan bersama-sama,” ungkapnya.

Dia menegaskan, Pemprov Jatim menargetkan kemiskinan Jatim turun menjadi 8,44 persen pada tahun 2024 atau minimal 8,9 persen. Artinya, rata-rata penurunan kemiskinan setiap tahun mencapai 0,4 persen. Untuk mewujudkan hal itu, Khofifah mengajak semua lini untuk bersinergi menurunkan angka kemiskinan di Jatim dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Jelang akhir acara, para undangan dikejutkan dengan kehadiran band Padi yang membawakan lagu hit mereka, Mahadewi. Para undangan yang sebelumnya bersiap keluar ruangan malah merangsek ke depan untuk merekam penampilan grup band asal Surabaya itu. (uul)