Sempat Diguyur Hujan, Warga Den Haag Tetap Saksikan Reyog Ponorogo

103

DEN HAAG, BELANDA – Delegasi kesenian Reyog Ponorogo yang dipimpin Bupati Ponorogo Drs H Ipong Muchlissoni mendapat apresiasi luar biasa dalam acara pembukaan Embassy Festival 2019 di Longe Voorhout, Den Haag, Belanda, Jum’at (6/9/2019).

Terbukti, meskipun Kota Den Haag diguyur hujan, warga Den Haag Belanda tetap memilih untuk menikmati jalannya acara.

Seperti yang di ungkapkan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, pihaknya sangat terkejut melihat antusias masyarakat untuk menyaksikan reyog Ponorogo, meski sedang diguyur hujan tak gentar masyarakat untuk mengalihkan pandangannya ke kesenian asli Ponorogo tersebut.

“Hari ini belum acara formal, acara formalnya masih besok, tapi antusiasme masyarakatnya sangat tinggi meski sedang diguyur hujan,” ungkap Ipong, Jum’at (6/9/2019) waktu Deen Hag.

Ipong juga menceritakan awalnya tidak ada orang yang melihat, pada waktu kesenian reyog Ponorogo tampil dan suara kendang serta terompet sudah mulai terdengar, masyarakat berbondong-bondong untuk menyaksikan Reyog Ponorogo meski sedang diguyur hujan.

“Wah,apalagi waktu dadak merak muncul, masyarakat semakin rame, kita sempat was was terhadap meraknya kalah kena hujan rusak, tapi alhamdulillah tidak apa-apa, luar biasa antusias masyarakatnya. Mudah-mudahan besok lebih bagus lagi,” jelasnya.

Dalam rombongan kesenian reyog tersebut, juga melibatkan penari jathil dari warga Indonesia yang tinggal di Belanda.

Acara Embassy Festival Lange Voorhout 2019 ini diselenggarakan Pemerintah Kota Den Haag Belanda dan berlangsung pada tanggal 6-7 September 2019. Acara ini diikuti 67 Negara, salah satunya Indonesia dengan menampilkan Kesenian Reyog Ponorogo. (nur)