Siswa SMKN I Grati Sukses Produksi Hand Sanitizer

62

Kreatif dan inovatif. Di tengah susahnya masyarakat mencari hand sanitizer (pembersih tangan), SMKN I Grati, Kab Probolinggo justru berinovasi, dengan memproduksi hand sanitizer dalam jumlah banyak.

Hand sanitizer buatan anak SMK ini diberi nama King One yang diambil dari kata SMK Negeri I Grati. Produk ini dibuat oleh belasan siswa-siswi Kelas XI Kimia Industri yang didampingi guru dan petugas lab sekolah tersebut.

Salah satu siswi kelas XI KI 2, Silfi Liqoillah mengatakan, untuk membuat hand sanitizer sangat mudah. Yakni mencampurkan alkohol dengan gliserin dan ekstrak buah lemon. Proses pembuatannya pun sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Yang penting kadar alkoholnya lebih dominan. Kalau untuk ekstrak lemon hanya untuk membuat hand sanitizer wangi di tangan,” ungkapnya sembari mempraktikkan cara membuat hand sanitizer di lab sekolah setempat.

Baca Juga  KEK Singhasari Integrasikan Tiga Sektor Unggulan

Silfi melanjutkan, pengolahan cairan antiseptik ini sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu, dan sudah menghasilkan ratusan liter cairan pembersih tangan yang dikemas dalam botol berbagai ukuran. Mulai dari 60 ml,100 ml, 250 ml hingga 500 ml. Seluruh hand sanitizer tersebut laris di pasaran, dan diserbu semua kalangan.

“Alhamdulillah, karya kami disukai, buktinya banyak pesanan,” ujarnya singkat.

Inovasi para pelajar SMKN I Grati itu bermula dari ide kepala sekolah, yakni Nining Faridah. Munculnya gagasan membuat hand sanitizer berawal saat dirinya kesulitan mencari hand sanitizer ke apotek, swalayan hingga toko-toko.

Dari situlah, tiba-tiba Nining memberikan tantangan kepada para siswa Jurusan Kimia Industri untuk membuat hand sanitizer made in SMKN I Grati. Tantangan itu langsung dijawab para siswa, dengan membuat percobaan terlebih dulu. “Saya kagum dan senang karena siswa-siswi juga antusias memproduksi hand sanitizer sendiri,” tutur Nining.

Baca Juga  Pelaku Usaha Batik Dihimbau Bentuk Koperasi

Menurut Nining, dengan memproduksi hand sanitizer sendiri, dirinya dapat mengajarkan arti sebuah peluang usaha, serta memberikan pemahaman akan pentingnya memberikan manfaat bagi orang lain. Terlebih dengan isu penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, menjadikan dirinya semakin semangat membantu masyarakat, agar mudah mendapatkan hand sanitizer dengan harga yang sangat murah.

“Untuk ukuran 60 ml kita jual cuma Rp 15 ribu. Ini yang paling favorit, karena packaging-nya juga bagus dan bisa dimasukkan dalam kantong. Kalau yang ukuran 100 ml kita jual Rp 35 ribu. Sangat terjangkau, karena ada nilai sosial yang harus kami sampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Nining menegaskan, dalam sehari, ada 1000 botol hand sanitizer yang dipesan oleh perusahaan, sekolah hingga masyarakat. Tak tanggung-tanggung, ada pembeli yang justru berasal dari Trenggalek dan Pacitan.

Baca Juga  Sidorejo Beri Pelayanan Posyandu Remaja & PIK-R

“Mungkin karena murah, dan meskipun secara mutu kami belum sempurna, tapi kami meyakini sangat efektif sebagai pembersih tangan yang mumpuni. Kalaupun semakin banyak, kita juga akan mengurus izin dari BPOM, Dinas Kesehatan dan seterusnya,” ujarnya. (*)