Songsong Pemilu 2019, Khofifah Berkoordinasi dengan TNI/POLRI

42
Gubernur Jawa Timur mendampingi Menteri Dalam Negeri pada acara partisipasi masyarakat kampus dalam pemilu di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Pemilu 2019 tinggal hitungan hari. Untuk menghadapi pelaksanaan pemilu tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah melakukan berbagai langkah persiapan. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dan berkoordinasi secara teknis dengan TNI/POLRI untuk kesiapan pemilu. Koordinasi  juga dilakukan dengan babinsa, bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendeteksi dini gangguan ketertiban.

“Kami telah meminta untuk melakukan identifikasi titik-titik yang memungkinkan kita bisa menyiapkan layanan yang lebih mumpuni kepada masyarakat pada pelaksanaan Pemilu yang akan datang,” jelasnya.

Antisipasi khusus juga telah disiapkan untuk kelancaran jalannya Pemilu mendatang. Dicontohkan, bagi daerah yang berpotensi tidak dialiri listrik atau terjadi pemadaman maka akan disiapkan genset. Jika di daerah tersebut berpotensi tidak dialiri listrik, pihaknya meminta disiapkan lampu petromax. “Kami ingin kesiapan pemilu benar-benar detail dan teknis,” tegasnya.

Hal itu diungkapkan Khofifah usai menghadiri kuliah umum Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo di Universitas Wijaya Kusuma (UWK), Surabaya, Selasa (2/4).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019, termasuk para milenial. Apalagi, pelaksanaan Pemilu merupakan pesta demokrasi untuk menentukan pembangunan dan masa depan bangsa. Dia juga mengajak masyarakat untuk mengawal pemilu agar berjalan jujur dan adil.

Dia menjelaskan, pemilu yang digelar pada Rabu, 17 April 2019 itu untuk menentukan presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD.

“Jangan sampai kita menyesal karena tidak ambil bagian di dalamnya, dengan pola legislatif yang akan ditetapkan ke depannya,” terangnya.

Sementara itu, Mendagri RI Tjahjo Kumolo mengharapkan mahasiswa mampu menggerakkan dan mengorganisir lingkungannnya untuk berpartisipasi politik. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki persepsi politik dan kepekaan sosial yang tinggi, sehingga bisa memperkuat nilai kebangsaan dan membangun kualitas demokrasi.

“Mari kita kawal bersama proses demokrasi ini dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari masyarakat yang baik mari ikut mempelopori ikut memilih dan jangan golongan putih atau golput,” ajak Mendagri Tjahjo Kumolo.

Acara ini tampak dihadiri Rektor UWK Surabaya, jajaran pejabat di lingkup UWK Surabaya, akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya, dan ratusan mahasiswa dan mahasiswi  UWK Surabaya. (uul, hms)