Songsong Pilkada Serentak

108
kampanye pilkada

Tahun ini, Jawa Timur punya gawe besar, Pilkada serentak. Selain memilih gubernur dan wakilnya, 18 kabupaten/kota juga akan memilih kepala daerahnya. Secara nasional, 171 daerah memang dijadwalkan akan menggelar kegiatan serupa. Uniknya, di tahun ini juga ada daerah yang akan menggelar Pilkades serentak. Seperti apa semarak dan kerentanannya?

Sepanjang tahun ini, jajaran KPU Jatim dipastikan akan bekerja ekstra keras. Itu karena pada 27 Juni mendatang, sebanyak 18 daerah yang meliputi 13 kabupaten dan 5 kota di Jatim akan menggelar Pilkada serentak.

Delapan belas daerah itu adalah Kabupaten Lumajang, Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Nganjuk, Jombang, Kabupaten Madiun, Magetan, Tulungagung, Bojonegoro, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto,.

Tak hanya, 18 kabupaten/kota, pada waktu yang bersamaan, di level provinsi juga akan dihelat pemilihan gubernur dan wakilnya. Selain Jatim, secara nasional juga ada 16 provinsi lain yang akan menggelar hajat serupa. Di antaranya, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Bali, NTT dan NTB.

Secara nasional, sebanyak 171 daerah yang akan berpartisipasi pada ajang Pilkada serentak tahun ini. Dari jumlah itu, ada 17 provinsi yang akan menggelar pemilihan gubernur (Pilgub), 39 kota yang akan menggelar Pemilihan Walikota (Pilwali), dan 115 kabupaten yang akan menggelar pemilihan bupati (Pilbup).

Secara kuantitas, jumlah peserta Pilkada serentak tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Pada tahun 2017, jumlah peserta Pilkada serentak hanya sebanyak 101 daerah, meliputi 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota.

Guna menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, KPU RI telah menetapkan tahapan proses Pilkada melalui Peraturan KPU RI Nomor 1 Tahun 2017. Dari sekian tahapan itu, bulan Januari ini menjadi bagian yang sangat penting, karena pada awal bulan ini telah ditetapkan masa pendaftaran pasangan calon, waktu penetapan pasangan calon, hingga tanggal pengundian nomor urut masing-masing pasangan calon.

Khusus terkait hari coblosan yang ditetapkan pada 27 Juni 2018, Ketua KPU RI, Arif Budiman menjelaskan pertimbangannya. ‘’Kami memilih waktu pemungutan suara tersebut didasarkan pada masa yang bertepatan dengan momen lebaran dan puasa. Maka KPU memilih setelah lebaran, yakni, Hari Rabu, tanggal 27 Juni 2018,’’ jelasnya.

Jaga Kondusivitas

Sementara, guna menyongsong pelaksanaan Pilkada serentak Juni mendatang, Pemprov Jatim bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Ketertiban dan Keamanan wilayah Jawa Timur bertema “Mewujudkan Jawa Timur yang Aman dan Tentram Menjelang Pilkada Serentak tahun 2018” di Grandcity, Surabaya, medio November lalu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim, Pakde Karwo telah menegaskan pentingnya mencapai kesuksesan dalam pelaksanaan Pilkada tersebut. Dikatakan, tolok ukur suksesnya Pilkada adalah terwujudnya keamanan secara menyeluruh.

Adapun sejumlah faktor pemicu konflik yang kerap muncul dalam pelaksanaan Pilkada, yakni, karena penyelenggara pilkada dinilai tidak netral, ketidakakuratan Daftar Pemilih Tetap (DPT), kekurangan logistik surat suara di TPS, dan pasangan calon yang tidak legowo menerima kekalahan. Untuk itu, semua pihak diminta gubernur dua periode ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan dengan baik.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Eko Sasmito malah mengklaim sudah siap menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018. Bahkan, menurutnya, kesiapan itu bukan hanya di tingkat provinsi saja, namun juga di tingkat kabupaten/kota.

“Persiapan KPU (Jatim) sudah clear. Semuanya sudah selesai. Anggaran juga sudah cair. Sebanyak 18 kabupaten/kota sudah siap semua, untuk provinsi juga,” kata Eko.

Dijelaskan, tahapan-tahapan seperti pembentukan badan ad hoc, yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga sudah dilakukan. KPU Jatim juga telah melaksanakan sosialisasi dan pedoman teknis penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, semua komponen sudah siap menyelenggarakan pilkada serentak.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin menegaskan, dalam proses persiapan Pilkada serentak kali ini pihaknya akan fokus pada tiga hal. Pertama, terlaksananya proses penyusunan data dan pemutakhiran data pemilih sesuai dengan peraturan yang ada. Kedua, pengawasan daftar pemilih yang akurat. ‘’Dan ketiga, adanya keterlibatan masyarakat,” ungkapnya.

Selain tiga hal itu, ia juga akan mencermati masalah yang biasa muncul terkait dengan data pemilih. Di antaranya, adanya masyarakat yang mempunyai hak pilih namun belum terakomodir dalam data pemilih sehingga belum bisa memilih. “Misalnya masyarakat yang belum memiliki e-KTP,’’ contohnya.

Selanjutnya, masyarakat yang sudah berhak memilih dan masuk data pemilih, namun karena sarana dan prasarana pemilu yang belum lengkap, mereka akhirnya tidak bisa memilih. Misalnya, para penyandang disabilitas.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, soal data pemilih fiktif, data ganda, dan sejenisnya. Amin meyakini, jika semua upaya itu dilakukan dengan benar, maka pemilih Pilkada serentak nanti akan sangat kredibel. ‘’Pemilih yang kredibel itu menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis,’’ sergahnya. (yus, dbs)

PESERTA PILKADA SERENTAK DI JAWA TIMUR
RABU, 27 JUNI 2018
NO KABUPATEN/KOTA KEPALA DAERAH KET
1  Kabupaten Tulungagung Sjahri Mulyo Satu Periode
2  Kabupaten Magetan Sumantri Dua Periode
3  Kabupaten Madiun Drs Muhtarom Dua Periode
4  Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid Badrus Plt. Bupati
5  Kabupaten Jombang Nyono Suharli W Satu Periode
6  Kabupaten Bojonegoro Suyoto Dua Periode
7  Kabupaten Pasuruan H Irsyad Yusuf Satu Periode
8  Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan A. Satu Periode
9  Kabupaten Lumajang H. Sa’at Satu Periode
10  Kabupaten Bondowoso Amin Said Dua Periode
11  Kabupaten Bangkalan Makmun Ibnu Fuad Satu Periode
12  Kabupaten Sampang Fadilah Budiono Plt. Bupati
13  Kabupaten Pamekasan Halil Plt. Bupati
14  Kota Madiun Sugeng Rismiyanto Plt. Walikota
15  Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Satu Periode
16  Kota Mojokerto Mas’ud Yunus Satu Periode
17  Kota Malang Moch. Anton Satu Periode
18  Kota Probolinggo Rukmini Buchori Satu Periode
19  Provinsi Jawa Timur Dr Soekarwo Dua Periode