Sosialisasi KRPL, Arumi Ajak Tanam Cabai di Pekarangan

111
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan TP PKK Provinsi Jatim menggelar sosialisasi KRPL. Foto: Ulviyatun Ni'mah/derapdesa.id

Bagi sebagian masyarakat Jatim, cabai menjadi salah satu ‘kebutuhan pokok’ yang wajib hadir dalam menu makanan sehari-hari. Melihat hal itu, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak mengajak masyarakat Jatim untuk melakukan budidaya cabai di halaman rumah masing-masing.

“Dengan menanam minimal lima sampai 10 tanaman cabai di halaman rumah, itu bisa mencukupi kebutuhan konsumsi cabai bagi keluarga. Apalagi harga cabai kalau pas murah, murah sekali. Ketika mahal, bisa lebih mahal dari daging,” ujar Arumi saat menghadiri sosialisasi KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) tahun 2019 di kantor UPT Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian Provinsi Jatim Waru, Sidoarjo, Jumat (29/3).

Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Dardak membuka acara sosialisasi KRPL. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Dalam acara yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim bekerja sama dengan TP PKK Provinsi Jatim itu, Arumi yang hadir didampingi Ketua DWP Prov Jatim Gardjati Heru Tjahjono, menyampaikan banyak manfaat yang diperoleh jika masyarakat menggalakkan KRPL di wilayah masing-masing. Di antaranya adalah mampu memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga, mencukupi kebutuhan gizi keluarga, menurunkan angka stunting, mengatasi gejolak harga, mengurangi belanja, hingga menambah pendapatan keluarga.

Istri Wagub Jatim itu menuturkan, pengembangan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep KRPL dilakukan dengan mengembangkan pertanian berkelanjutan. Antara lain dengan membangun kebun bibit desa dan mengutamakan sumber daya lokal disertai dengan pemanfaatan pengetahuan lokal. Dengan konsep demikian, ketahanan pangan dan kelestarian alam pun terjaga. KRPL juga sejalan dan bersinergi dengan program Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman).

“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah mendorong dan memfasilitasi, tinggal bagaimana kita, kader PKK ini dapat memanfatkannya secara optimal,” kata Arumi kepada sekitar 50 masyarakat dari 15 kabupaten/kota se-Jatim yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Ir Hadi Sulistyo menjelaskan, pihaknya menyalurkan bantuan yang berasal dari APBD Jatim dan APBN kepada 15 kabupaten/kota untuk pengembangan KRPL. Rata-rata, setiap kelompok menerima bantuan sebesar Rp 20 juta.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Ir Hadi Sulistyo saat menghadiri sosialisasi KRPL tahun 2019. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Hadi berharap, kelompok masyarakat, terutama ibu-ibu dapat menghasilkan pendapatan dari KRPL. “Karena hasilnya bisa dipetik, dijual, atau dimakan sendiri. Berarti pengeluaran untuk belanja berkurang. Program KRPL ini juga diharapkan bisa meningkatkan gizi masyarakat,” tuturnya. (via)