Sospeso untuk Home Decor sampai Fesyen

225

Sebagai hiasan, sospeso bisa diterapkan pada berbagai barang. Mulai dari home decor sampai tas dan aksesoris. Aini Lutifah, perajin asal Sidoarjo mencoba membuatnya. Bahkan, dia kini telah mendirikan usaha dan menjadi pelatih kerajinan berbagai komunitas.

Botol, kotak tisu, tutup gelas, kap lampu, tas, dompet, dan berbagai barang lain tertata rapi di stan UD Mahesha dalam event Jatim Fair 2018. Meskipun berbeda kegunaan, namun semua barang-barang yang terpajang memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama memiliki sentuhan sospeso transparente.

“Saya bikin hiasannya saja. Untuk barangnya ambil dari perajin lain,” terang Aini Lutifah, pemilik UD Mahesha.

Aini Lutifah

Aini menceritakan, dia mulai mempelajari sospeso saat mengikuti pelatihan di pahlawan ekonomi, forum untuk pelaku UKM Kota Surabaya. Dia dapat mengikuti pelatihan tersebut karena ikut salah seorang teman. Hingga pada 2014, Aini memberanikan diri untuk mendirikan usaha kerajinan sospeso. Prospek yang cerah menjadi salah satu alasan Aini berani mendirikan usaha.

Produk karya Aini dipasarkan dari melalui pameran dan beberapa galeri milik temannya di luar kota.  Pameran menjadi salah satu cara ampuh menggaet pelanggan, baik pelanggan besar atau per orang.

“Ketika pameran lebih banyak sebar brosur saja. Sering dapat pesanan besar ketika pameran, seperti kafe atau hotel,” ujarnya.

Selain membesarkan usahanya, Aini juga kerap memberikan pelatihan untuk berbagai komunitas. Bahkan, beberapa waktu lalu dia memberikan pelatihan sospeso ke Malang dan Papua. “Saya mengajarnya sesuai permintaan. Kadang dipanggil atau saya yang mengumpulkan peserta di rumah,” terang Aini yang menjadi anggota Asosiasi Handicraft Jatim.

Pendapatan yang diperoleh Aini kian bertambah ketika dia mengisi pelatihan. Jika ditotal hasil menjual produk dan memberi pelatihan, dia bisa meraih omzet hingga Rp 45 juta per bulan.

Ke depan, dia berencana untuk menambah varian produk. Misalnya sandal atau sepatu yang diberi sentuhan sospeso. Namun, dia mengaku belum tahu kapan akan merealisasikan rencana tersebut. Pasalnya, selama ini dia bekerja sendiri, mulai produksi hingga pemasaran. “Ini masih kewalahan memenuhi permintaan kafe dan hotel,” ungkapnya. (uul)