Tangani Stunting, Arumi Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

51
Arumi Emil Dardak bersama narasumber lain dalam rakor penanganan stunting. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Mengawali hari pertama di bulan Maret, Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Emil Dardak diundang menjadi narasumber Rapat Koordinasi Penanganan Stunting Melalui Program Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) tahun 2019. Acara yang diprakarsai Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI ini digelar di Hotel Grand Dafam Surabaya, Jumat (1/3).

Kepada sekitar 216 undangan yang hadir, Arumi mengajak masyarakat untuk memperbaiki perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pasalnya, PHBS ditengarai dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting atau gizi buruk.

Istri Wagub Jatim Emil Dardak ini mengatakan, stunting banyak terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat sehingga berdampak terhadap anak. Permasalahan stunting tidak hanya melibatkan anak-anak, namun butuh peran serta atau kesadaran perempuan untuk melakukan hidup sehat sebelum menikah dan memiliki anak.

Menurut ibu dua orang anak ini, permasalahan stunting adalah suatu kondisi kurang gizi yang kronis. Kurang gizi yang kronis tersebut bukan hanya disebabkan oleh asupan makanan yang gizi nya kurang, namun ketika diberi gizi yang baik permasalahan stunting akan selesai. Maka, stunting dapat diterjemahkan sebagai keadaan kurang gizi yang kronis dan tidak seimbang yang berlangsung cukup lama.

“Kondisi stunting tidak hanya berlangsung satu atau dua bulan saja tapi bisa berlangsung lama sekali,” ungkapnya.

Untuk mencegah stunting harus dimulai dari ibu. Perlu diidentifikasi pula apakah semasa remaja atau pada saat mengandung pola hidup nya kurang berkualitas.

“Pada semangat Nawa Bhakti Satya yang digagas Ibu Gubernur Jatim disebutkan bahwa pada bhakti ke tiga menjadikan Jatim Cerdas dan Sehat. Artinya, permasalahan pendidikan tidak lepas dari masalah kesehatan,” tegasnya.

Arumi menerangkan, untuk melahirkan generasi yang cerdas, sang ibu harus sehat. “Ternyata dari kesemuanya itu, kita harus sehat terlebih dahulu baru kita bisa pintar atau cerdas. Dimana salah satu penyebab stunting adalah dikarenakan kurang memperhatikan pola hidup sehat,” sambungnya.

Arumi berharap komitmen dan peran serta semua lini untuk menangani stunting. Karena menurut dia, penangangan stunting harus dilakukan semua pihak. Tidak bisa diselesaikan hanya dari sektor kesehatan dan pendidikan saja.

“Semua sektor harus memiliki komitmen dan bisa turun untuk mengatasi,” pungkasnya. (via, hms)