Tebar Benih Ikan dan Pohon di Telaga Ngebel

99

Objek-objek wisata terus bersolek dalam menarik minat pengunjung. Salah satu di antaranya adalah Telaga Ngebel, Kab Ponorogo. Setidaknya bagi pemancing, karena pada 15 Januari 2019 ditebari benih ikan, selain penanaman pohon.

Sekitar empat bulan ke depan, Telaga Ngebel akan menjadi lokasi asyik para pemancing dan bukit-bukit sekitarnya semakin asri. Perum Jasa Tirta Wilayah Madiun Pengelola Air Telaga Ngebel dan sejumlah pihak terkait melepas sekitar 60 ribu benih ikan di waduk alami kebanggaan Ponorogo. Juga melakukan penghijauan di sekitarnya.

“Kedua kegiatan itu adalah upaya kami serta warga dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya di kawasan Telaga Ngebel,” kata Kepala Kanwil Madiun Pengelola Air Telaga Ngebel Perum Jasa Tirta Indra Nurdianyoto, usai melakukan penebaran benih ikan.

Indra menyatakan, ada setidaknya 7.500 batang bibit pohon yang ditanam di dua desa, yaitu Desa Pupus dan Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Ada tiga jenis tanaman buah plus satu tanaman kayu yang ditanam warga dan staf dari instansi-instansi tersebut. Antara lain pohon durian, manggis dan alpukat serta pohon sengon.

Desa-desa lain di Kecamatan Ngebel yang merupakan daerah tangkapan hujan sekaligus hulu dari Telaga Ngebel juga akan dipapar program yang sama pada waktu berikutnya. Penghijauan ini penting sebagai usaha menjaga daya dukung lingkungan penyuplai air telaga. Pohon yang ditanam diharapkan menjadi tempat penyimpanan air hujan sebelum masuk ke kawasan telaga.

Untuk ikan yang ditebar adalah jenis nila merah dan tombro. Keduanya dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi air Telaga Ngebel. Keberadaan ikan juga bisa menjadi indikator kondisi lingkungan dan ekosistem di kawasan telaga.

“Penebaran 60 ribu benih ikan adalah cara kita menjaga keanekaragaman hayati. Juga bisa menjadi indikator keadaan ekosistem air di telaga ini. Jika kondisi airnya cukup bersih, bagus dan tidak tercemar maka ikan-ikan itu bisa hidup dan berkembang dengan bagus. Kalau tidak bagus ya sebaliknya,” katanya.

Ikan-ikan tersebut diperkirakan bisa dipanen atau dipancing warga pada tiga hingga empat bulan mendatang. Selain Perum Jasa Tirta, sejumlah pemangku kepentingan juga hadir dalam kegiatan itu, antara lain BBWS Bengawan Solo, Perhutani, Polsek, Koramil dan sejumlah staf dari Kecamatan Ngebel. (ono)