Terima Dubes Inggris, Pemprov Jatim Teken MoU

39
Gubernur Jatim Terima Dubes Inggris di Grahadi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (27/8).             Pertemuan antara Gubernur Khofifah dengan Dubes Owen itu membahas beberapa kerjasama potensial antara lain pendidikan vokasi khususnya las bawah laut, kursus bahasa inggris bagi guru dan pesantren, penjajakan investasi energi terbarukan dan LRT, serta kajian pengolahan limbah. Beberapa item sudah diikuti penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan vokasi, kursus bahasa Inggris serta kajian pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, Khofifah berharap dapat mendorong serta memperkuat kerjasama antara Pemprov Jatim dan Inggris di berbagai bidang terutama di bidang pendidikan dan investasi. Menurut Khofifah, kerjasama pendidikan baik formal,  informal, dan non formal tersebut salah satunya dalam bentuk short course. Bahkan, sebutnya, kerjasama semacam ini pernah dilakukan antara British Council dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diantaranya diikuti para pengasuh pesantren  usia muda yang sering dipanggil gus di Jatim.

“Kami berharap kerjasama pendidikan vokasi antara ITS dengan The Welding Institut akan memberikan tambahan keterampilan bagi anak muda di Jatim baik lulusan SMK maupun perguruan tinggi sehingga mereka memiliki skill dan kualifikasi seperti yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Sementara di bidang investasi dan perdagangan, Khofifah mengundang para investor Inggris untuk bisa berinvestasi di Jatim. Apalagi 29,4 persen PDRB Jatim ditumpu dari sektor industri sehingga Jatim sudah masuk kategori provinsi industri.

“Kami punya banyak kawasan industri diantaranya Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan industri terintegrasi. Selain itu kami juga sudah memiliki Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) serta Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Untuk itu kami mengundang para investor untuk berinvestasi di Jatim,” jelasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan bahwa Inggris menyiapkan Rp 50 triliun untuk investasi di Indonesia. Sebagian dari investasi tersebut untuk proyek tambahan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, Jawa Barat dan dirinya berharap juga ke  Jawa Timur. Pembangunan LRT di Jatim ini sebagai bagian pengembangan koneksivitas Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila). Selain itu, Dubes Inggris juga menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi solar panel dan pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik.

“Ini menjadi salah satu solusi dari masalah sampah plastik di Jatim. Mereka juga akan menyiapkan energi terbarukan di Jatim melalui solar panel. Lebih lanjut kami akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan staf dari Kedubes serta Deputi Infrastruktur Kemenko Perekonomian,” jelasnya.

Dubes Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins melihat potensi kerjasama antara Jatim dan Inggris melalui penandatanganan MoU tadi. Tidak hanya itu, banyak perusahaan atau investor yang tertarik berinvestasi di Jatim terutama di bidang energi dan pengolahan limbah beracun.

“Soal penanganan limbah beracun ini juga menjadi perhatian para ahli di Inggris, jadi kami harap kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas hidup manusia,” katanya.

Sedangkan di bidang pendidikan, lanjutnya, ada beberapa universitas di Inggris yang tertarik bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya tentang pendidikan teknik di Jatim. Dirinya berharap penandatanganan kerjasama ini akan menjadi awal dari banyak kerjasama yang akan terjalin. Provinsi Jatim merupakan provinsi pertama yang dikunjungi Dubes Owen usai ia menjabat sebagai Dubes Inggris. (hms, uul)