Terima Kasih, Pakde Karwo..!

76

Banyak kemajuan yang dialami Jawa Timur dalam satu dekade terakhir. Semua itu tentu tak bisa lepas dari peran Pakde Karwo sebagai orang pertama di provinsi ini. Selain kepemimpinannya yang inovatif, selama ini ia memang dikenal mampu merangkul semua kelompok dari berbagai lapisan masyarakat. Terima Kasih, Pakde Karwo..!!

Sosoknya tegas, namun humanis. Itulah Pakde Karwo. Sosok penting di balik kemajuan dan semua pencapaian yang diraih Provinsi Jatim. Selama 10 tahun terakhir, Jatim berada dalam titik terbaik. Kemajuan di segala bidang yang disertai dengan peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan.

Pencapaian itu tidak lepas dari keberhasilan Pakde Karwo menjaga stabilitas politik dan keamanan Jatim. Dia menyadari betul posisi Jatim yang memiliki pengaruh dalam perekonomian Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur. Jika stabilitas politik dan keamanan Jatim terganggu, maka perekonomian Indonesia bagian timur akan ikut terkena dampak. “Jatim adalah center of gravity dan menjadi pusat logistik dan konektivitas perdagangan nasional,” katanya.

Keberhasilan Pakde Karwo dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di Jatim juga tak bisa lepas dari kepiawaiannya mengakomodir semua kelompok dan merangkul semua kalangan. Ia mampu merawat hubungan harmonis dengan DPRD Jatim.

Secara normatif, politisi di lingkungan DPRD Jatim terbagi dalam berbagai fraksi, namun bagi Pakde Karwo, semuanya membawa satu satu kepentingan, yakni menyejahterakan rakyat Jawa Timur. Pakde Karwo punya tradisi menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat, bukan dengan voting, termasuk di DPRD.

“Di Jatim hanya ada satu fraksi, yaitu fraksi Jawa Timur yang selalu berjuang menyejahterakan rakyat, sehingga kondisi Jatim bisa kondusif dan bagus untuk investasi,” ujarnya.

Sebagai birokrat, Pakde Karwo juga mampu menelurkan ide dan pemikiran brilian untuk kesejahteraan rakyat. Ide tersebut diimplementasikan dalam bentuk program dan kebijakan yang mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat. Pikiran-pikirannya bisa masuk ke semua lini, baik birokrat, ekonom, politisi, akademisi, ulama, guru, kades dan perangkat, petani, buruh, mahasiswa, pemuda dan hampir semua kalangan, termasuk TNI dan POLRI.

Salah satu gagasan Pakde Karwo adalah konsep Jatimnomics yang merupakan trisula strategi pembangunan. Yakni, peningkatan basis produksi UMKM dan besar, pembiayaan yang kompetitif, serta pengembangan perdagangan atau pasar.

Kebijakan yang dikeluarkan Pakde Karwo selalu berpihak kepada wong cilik. Hal itu terbukti dari berbagai kebijakan pro rakyat, seperti Jalin Kesra, Jalin Matra, penambahan beras sejahtera (rastra), keberpihakan pada UMKM, bosda madin, pembebasan denda pajak dan biaya balik nama kendaraan, dan sebagainya.

“Negara harus hadir di masyarakat yang sepi, yang aspirasinya tidak pernah didengar. Maka pemerintah harus mendengar suara yang tak terdengar,” tutur Pakde Karwo.

Dalam menelurkan kebijakan, Pakde Karwo selalu melibatkan masyarakat atau yang disebut juga sebagai partisipatoris. Dengan melibatkan masyarakat dalam merumuskan kebijakan, lahirlah berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat. Salah satu contoh bentuk partisipatoris yang dilakukan Pakde Karwo adalah selalu melibatkan kalangan mahasiswa yang diwakili BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dalam pembahasan RPJMD. Satu hal yang sebelumnya belum pernah diterapkan di Jatim.

Menurut Pakde Karwo, partisipatoris merupakan cara Pemprov Jatim memberikan pelayanan publik bagi masyarakat yang harus diiringi dengan berbicara pada masyarakat.

“Inovasi pelayanan publik yang ada di Jatim itu muncul karena ada keikutsertaan masyarakat di dalamnya,” terang Pakde Karwo. (uul, yus) 

Ekpresikan Cinta, Wariskan Mars Jatim

Bisa dibilang, Pakde Karwo mendedikasikan hidupnya selama 40 tahun untuk Jatim. Mulai menapaki karier dari nol sebagai abdi negara di Pemprov Jatim hingga mampu menjadi orang nomor satu di Pemprov Jatim. Tak heran jika ketika menjadi gubernur, Pakde Karwo mencurahkan seluruh cinta dan perhatiannya untuk kemajuan Jatim.

Kecintaannya pada Jatim, salah satunya, tertuang dalam Mars Jatim yang ia ciptakan bersama sang istri, Bude Karwo. Lagu yang diperkenalkan pertama kali saat upacara HUT RI ke-73 Provinsi Jatim itu berisi tentang masyarakat Jatim yang berkarakter pekerja keras dan petarung, membangun Jatim ke depan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Lagu tersebut dia ciptakan selama tiga bulan. Pakde Karwo yang menulis lirik. Sedangkan aransemen musiknya dibantu Bude Karwo. “Lagunya dibuat lagu semangat dengan nada 4/4,” katanya.

Mars ciptaan Pakde Karwo itu telah ditetapkan melalui Pergub Jatim menjadi lagu mars resmi yang dimiliki Provinsi Jatim. Mars tersebut kini dikumandangkan di acara-acara formal yang digelar Pemprov Jatim.

Tentang kecintaan Pakde Karwo pada Provinsi ini juga sempat dikisahkan Bude Karwo. Dia menuturkan, Pakde Karwo setiap hari di rumah tidak pernah berhenti memikirkan Provinsi Jatim. Terlebih ketika ada musibah atau bencana yang melanda salah satu daerah, Pakde Karwo akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak lain untuk menangani bencana tersebut. (uul)