Terima Kunjungan Bappenas, Khofifah Ungkap Penanganan Kemiskinan di Jatim

74
Gubernur Khofifah memaparkan penanganan kemiskinan lewat Nawa Bhakti Satya di hadapan Tim PPD Kementerian Bappenas, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Provinsi Jatim menjadi nominasi provinsi yang akan menerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019 dari Kementerian Bappenas. Sebagai langkah penilaian, Bappenas melakukan kunjungan di Pemprov Jatim. Kunjungan tim PPD Bappenas di Jatim disambut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (4/3).

Di hadapan tim PPD, Khofifah memaparkan penanganan kemiskinan di Jatim lewat Nawa Bhakti Satya. Penanganan kemiskinan menjadi prioritas dan solusi tersebut menjadi poin penting bagi Pemprov Jatim.

Ia menjelaskan, salah satu langkah penanganan kemiskinan dalam Nawa Bhakti Satya adalah dengan menyiapkan program millenial job center di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) milik Pemprov Jatim. Tujuannya untuk menangkap era GIG Economy.

“Millenial Job Center ini sudah ada di sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya dan masuk dalam poin Bhakti Jatim Kerja. Ini akan mendekatkan layanan dengan masyarakat,” ujarnya.

Dalam format millenial job center, Gubernur Khofifah ingin ada kalangan profesional yang senior yang diharapkan bisa menjadi tutor profesional. Dengan konsep dedikasi dari kalangan profesional untuk generasi penerus, layanan tutor di millenial job center ini bisa gratis diberikan atau berbiaya rendah.

“Kami akan mencoba menciptakan sesuatu yang berbasis pada kemampuan tradisional yang luar biasa. Seperti Jamu Madura yang sudah menjadi heritage itu bisa dipromosikan dengan penguatan higienitas, packaging, pemasaran, dan dengan aplikasi yang menarik ditunjang pola Millenial Job Center,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkuat Bakorwil milik Pemprov Jatim. Penguatan peran Bakorwil menjadi salah satu pintu masuk  yang diiringi dengan peningkatan interaksi antara pimpinan daerah di tingkat provinsi dengan di tingkat kabupaten/kota pada tatanan Bakorwil sebagai upaya penguatan sinergi intra-sub wilayah. Karena masing-masing rumpun wilayah di Jatim memiliki  sub kultur yang berbeda.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah menjelaskan penanganan sektor wisata yang bisa mendongkrak ekonomi di Madura, salah satu yang dilakukan dengan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Dungkek Sumenep. Pelabuhan ini bisa menyambungkan Dungkek dengan Pulau Gili Iyang yang memiliki oksigen terbaik kedua di dunia. Rencana revitalisasi Pelabuhan Dungkek ini masuk dalam APBD Pemprov Jatim Tahun 2019.

“Kami harus segera revitalisasi Pelabuhan Dungkek agar memiliki nilai  ekonomi yang lebih tinggi. Jika Pulau Gili Iyang ada dermaga, Pelabuhan Dungkek juga terevitalisasi membuat keduanya saling tersambung. Dampaknya, perekonomian masyarakat bisa menjadi lebih hidup di kedua daerah tersebut,” paparnya. (uul, hms)