Terima Kunjungan Libels Voice, Khofifah Sebut Paduan Suara Never Ending

450
Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Libels Voice dari SMAN 15 Surabaya. Foto: Ulviyatun Ni'mah/derapdesa.id.

Sebanyak 46 siswa-siswi anggota paduan suara SMAN 15 melakukan audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi, Jumat (5/4). Kedatangan tim paduan suara bernama Libels Voice (Livo) ini bukan tanpa alasan. Dengan didampingi kepala sekolah, guru pendamping, komite sekolah, dan perwakilan wali murid, mereka ingin meminta doa restu gubernur sebelum berangkat ke Budapest, Hongaria untuk mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional.

Khofifah pun memberikan dukungan penuh dan berdoa untuk kesuksesan mereka. Apalagi keikutsertaan mereka dalam kompetisi tersebut juga membawa nama negara Indonesia di kancah internasional.

“Tanamkan jiwa merah putih di hati kita. Jaga harkat dan martabat Indonesia. Kita harus bangga jadi anak Indonesia,” pesannya.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Khofifah menyebut bahwa paduan suara merupakan talenta yang never ending. Tidak hanya digunakan saat di SMA saja, bahkan juga dapat berguna ketika berkarier. Menurut dia, prestasi di paduan suara dapat mendatangkan prestasi-prestasi lain yang lebih besar.

“Saya ingin menyampaikan bahwa paduan suara itu sesuatu. Jika memiliki prestasi di paduan suara, apalagi sampai internasional, bisa diterima masuk perguruan tinggi tanpa tes di semua prodi dan jurusan, kecuali Fakultas Kedokteran,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah bersama Libels Voice. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id.

Khofifah lalu menceritakan tentang tiga keponakannya yang mengikuti paduan suara sejak SMA. Ketiganya telah mengunjungi banyak negara karena mengikuti paduan suara. Ketika hendak berkuliah, mereka diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tanpa tes. Dua keponakannya berkuliah di Universitas Hasanuddin Makassar dan satu keponakan berkuliah di Universitas Brawijaya.

Begitu jadi mahasiswa, mereka tetap menekuni paduan suara. Bahkan, keponakan Khofifah di Makassar menerima beasiswa S-2 dan sampai diprioritaskan menjadi dosen ASN di kampus tersebut.

Sebelum mengakhiri audiensi, Livo mempersembahkan satu lagu berjudul Janger. Lengkap dengan koreografinya. Melihat penampilan tersebut, Khofifah pun semakin yakin Livo akan mampu meraih prestasi di Budapest. Dia membayangkan penampilan tersebut akan lebih indah ketika didukung dengan pencahayaan dan kostum yang sesuai dengan lagu yang dibawakan.

“Semoga festivalnya nanti sukses dan masa depan anak-anak juga sukses,” tuturnya.

Keikutsertaan Livo dalam kompetisi internasional kali ini bukan untuk pertama kalinya. Sebelumnya tim paduan suara ini telah meraih banyak prestasi di kompetisi paduan suara internasional. Antara lain di kompetisi paduan suara di Budapest, Hongaria, 4th Queen Adriatic Sea Choral Festival 2017 di Italia, 1st Lorenzo De’Meidici International Choral Competition 2017 di Italia, dan Gold Level Mixed Youth Choir Category in International tahun 2015 di Praha, Republik Ceko. (uul)